RMOL. Ketua umum PPP Suryadharma Ali tidak melarang kader partai berlambang ka’bah untuk mencalonkan diri dalam Muktamar, 3-6 Juli mendatang.
“Semua kader memiliki hak yang sama untuk maju. Tidak ada jegal-menjegal,†tegas SuryaÂdharma Ali.
Namun, lanjutnya, kader yang ingin mencalonkan diri itu harus sesuai dengan AD/ ART partai, sehingga tidak perlu ada kekhaÂwatiran ada penjegalan.
Menurut Menteri Agama itu, partainya sangat terbuka dan deÂmokratis dengan memberi ruang seluas-luasnya bagi kader-kaderÂnya yang ingin mencalonkan diri sebagai ketua umum, tanpa meliÂhat jabatan dan umur calon terÂsebut.
Berikut kutipan selengkapnya;Bagaimana kira-kira komÂpetisi menjelang Muktamar PPP?Saya rasa di partai manapun ketika ada era pergantian kepeÂmimÂpinan di internal partai, ada kompetisi dan persaingan. Itu hal yang biasa. Ini menunjukkan berjalannya sistem demokrasi di internal partai. Menurut saya partai seperti itu sehat.
Kira-kira persaingannya maÂsih sehat atau sudah mengÂgunakan cara-cara kotor?Saat ini kompetisi tersebut masih dalam tingkat yang wajar. Semua kader memahami bahwa Muktamar memberikan peluang kepada mereka untuk maju ke dalam persaingan pemilihan ketua umum. Kompetisi sesuatu yang biasa-biasa saja, selama kompetisi itu dilakukan secara sehat.
Anda dinilai melakukan penghalangan terhadap kader PPP untuk maju?Apa buktinya saya melakukan itu. Kalau Anda mengarahkan tuÂduhan itu pada kasus Pak Muchdi PR, kita harus memahami realiÂtasnya bahwa suara beliau lebih kecil dibandingkan dengan sauÂdara Bachtiar Gaffar. Kita jangan langsung menuduh, karena memang kondisi riilnya Pak Muchdi PR hanya didukung 9 suara. Sedangkan Pak Bachtiar 13 suara untuk menjadi Ketua DPW Papua.
Bagaimana dengan pelapoÂran Muchdi PR ke polisi?Saya memahami Pak Muchdi tidak puas dengan keputusan DPP PPP lalu melaporkan saya ke polisi. Silakan saja. Saya hormati langkah yang ditempuh beliau karena itu adalah keputusannya untuk diselesaikan lewat jalur hukum. Saya rasa itu adalah langkah yang sangat terpuji.
Bagaimana dengan kasus Ahmad Muqowam?Tuduhan bahwa saya menghaÂlang-halangi beliau untuk maju dalam pencalonan jadi ketua umum PPP dengan meminÂdahÂkan beliau ke komisi lain, menuÂrut saya itu berlebihan. KondisiÂnya tidak seperti itu. Pergantian atau perpindahan anggota dari satu komisi ke komisi lain, itu hal biasa.
Apa perpindahan itu sudah melalui rapat internal fraksi?Proses itu sudah sesuai dengan mekanisme yang ada. PerpinÂdaÂhan Pak Muqowam sudah diraÂpatÂkan di internal fraksi dan pada saat itu beliau tidak bisa hadir. Selanjutnya, keputusan rapat fraksi menyerahkan kepada pimÂpinan fraksi, khususnya ketua dan sekretaris fraksi, untuk mengatur kader ditempatkan di fraksi mana sesuai dengan keputusan rapat fraksi.
Tapi keputusan itu dirasa janggal?Ini hal yang wajar. Anda bisa cek di DPR, coba tanyakan ke fraksi partai lain dalam melakuÂkan pergantian anggota komisi. Pergantian kader antar komisi itu adalah hal yang biasa dilakukan fraksi-fraksi dari tiap partai.
Anda yakin akan dipilih seÂcara aklamasi dalam MuktaÂmar?Saat ini saya belum mendeklaÂraÂsikan apakah saya akan maju atau tidak dalam Muktamar. SeÂkaÂÂrang saya masih menjajaki seberapa besar dukungan dan peÂnerimaan di tiap daerah terÂhadap pencalonan saya ini. SeteÂlah penÂjajakan itu berhasil dan masing-masing daerah menÂdukung saya, maka saya menÂdeklarasikan pencalonan dalam Muktamar.
Berapa persen dukungan terÂhadap Anda dari hasil penjaÂjakan itu?
Saya belum bisa mengungkapÂkan berapa persen dukungan terÂsebut. Sebab, masih dalam proses penjajakan di tiap daerah. ArtiÂnya, teman-teman saÂbar saja menunggu hasil penjajakan itu. Nanti akan diumumkan beÂrapa besar kans saya untuk menang dalam MukÂtaÂmar.
[RM]