Berita

ilustrasi/ist

Hakim Syarifuddin Tak Terima Disebut Tertangkap Tangan

JUMAT, 03 JUNI 2011 | 15:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Hakim kepailitan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Syarifuddin Umar tak terima disebut KPK telah tertangkap tangan tengah menerima suap dari kurator PT Sky Camping Indonesia,  Puguh Wirayana.

"Istilah KPK tangkap tangan itu tidak berdasar. Klien saya pada saat di rumah sedang tidak melakukan transaksi suap menyuap," ujar pengacara Syarifuddin,  Junimart saat dihubungi wartawan sesaat lalu (Jumat, 3/6).

Menurutnya, yang disebut tangkap tangan pada saat transaksi suap adalah penegak hukum menangkap penyuap dan penerima suap secara bersamaan di satu tempat. Bukan seperti yang terjadi pada Syarifuddin, yang ditangkap di rumahnya di kawasan Sunter Jakarta Utara, sementara penyuapnya, Puguh Wirayana, ditangkap di kawasan Pancoran.


Junimart pun ngotot bahwa apa yang dilakukannya itu tidak yang bertentangan dengan hukum. "Itu bukan tangkap tangan. Tak ada pelanggaran hukum dari klien saya," tutupnya. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya