Berita

ilustrasi

Andi Arief: Lorong Tua di Bawah Kota Bandung Perlu Diteliti

SENIN, 30 MEI 2011 | 13:04 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Sabtu malam pekan lalu (21/5) warga Bandung digegerkan oleh sebuah ledakan di Jalan Asia Afrika. Sedemikian besarnya ledakan itu hingga menggetarkan kaca di beberapa gedung yang berada di sekitar lokasi ledakan. Masyarakat yang sedang berkumpul berlarian.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan peristiwa itu bukan fenomena geologi. Dentuman diduga kuat berasal dari gas yang terbebaskan dari dalam lorong bawah tanah.

Menurut PVMGB di lokasi tersebut di bawah tanah terdapat lorong yang menghubungkan antara Gedung Merdeka dan Bank NISP. Lorong itu peninggalan zaman Belanda yang sudah tidak difungsikan lagi. Kemungkinan ledakan berasal dari gas yang terkumpul puluhan tahun dalam lorong, dan bebas setelah ada kontak mendadak dengan tekanan permukaan tanah.

“Untuk mengantisipasi kejadian serupa dan mengestimasi kemungkinan bahayanya di masa depan, perlu dilakukan pelitian lanjutan tentang keberadaan lorong tersebut, kondisinya pada saat ini, dan kaitannya dengan infrastruktur penting di atasnya,” ujar Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief, dalam rilis yang diterima redaksi siang ini (Senin, 30/5). Diperkirakan ada lebih dari satu lorong yang ada di pusat kota Bandung dan sekitarnya.

“Untuk itu perlu dilakukan koordinasi dengan Dinas Kimpraswil Provinsi Jabar, badan, lembaga dan para ahli dalam rangka mendapatkan dokumen tata ruang kota dan sejarahnya sejak era Belanda,” sambungnya. [guh]


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Dua Kali Belanja dalam Sepekan, Komisaris AMMN Tambah 4,62 Juta Saham

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:23

Di KUII VIII, MUI Dorong Gagasan Danantara Syariah Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:00

Wall Street Variatif, S&P 500 Nyaris Tak Bergerak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:38

Bursa Eropa: DAX dan STOXX 600 Menguat di Akhir Pekan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:20

Walkot Jakpus Melarang Laporan Warga Berhenti di Meja Birokrasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:07

Respon Kadin Soal PMI Manufaktur: Genjot Perdagangan dan Investasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:03

Putusan MK soal Kuota Hangus Terobosan Menuju Keadilan Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:51

Febrie Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:42

Untung Hakim Masih Ada

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:25

Program Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna Dimulai di Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:19

Selengkapnya