Berita

Setelah Yoyoh Meninggal, PKS Harus Kerja Ekstra Keras

SABTU, 21 MEI 2011 | 12:51 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) harus bekerja ekstra keras untuk mendidik kader partai sekelas Yoyoh Yusroh yang meninggal dunia dalam kecelakaan di tol Kalipanci, Cirebon, dinihari tadi (Sabtu, 21/5).

Banyak individu yang jatuh hati pada kesantunan dan kesederhanaan Yoyoh. Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh P. Daulay, misalnya.

Ia sudah lama mendengar nama Yoyoh yang juga alumni UIN Syarif Hidayatullah itu.

“Tetapi saya belum pernah bertemu langsung hingga saya diberi kesempatan untuk mewakili delegasi Indonesia dalam konferensi international tentang pembebasan Palestina di Istanbul, Turki,” cerita Saleh kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu siang.

Dalam perkenalan singkat itu, Saleh merasakan keakraban dan persahabatan.

“Walau baru berkenalan, tetapi saya sudah dianggap teman dekat. Selain bicara soal Palestina, dia juga tidak sungkan-sungkan menceritakan keluarganya. Dia kelihatan sangat bangga mempunyai 13 orang anak. Dia juga bertutur bagaimana dia membesarkan anak-anaknya di tengah kesibukannya sebagai anggota DPR,” ujar Saleh lagi.

Hal lain yang menurut Saleh perlu dicontoh dari Yoyoh adalah sikap rendah hati Yoyoh. Dalam berbagai pembicaraan, tidak ada satu pun kata yang keluar dari mulut Yoyoh yang membesar-besarkan dirinya sebagai anggota DPR.

“Malah, dari cara dia bicara dan berpakaian, terlihat kesan sederhana dan rendah hati,” masih kata Saleh.

“Saya yakin betul bahwa PKS mengalami kehilangan yang cukup besar atas meninggalnya Yoyoh Yusroh. Selain pendiri partai, dia adalah tokoh pendidik dan pemberdayaan perempuan di PKS. PKS harus bekerja keras untuk mendidik dan mencetak kader sekaliber Yoyoh Yusroh,” demikian Saleh. [guh]


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Korea Selatan Diisukan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Selat Hormuz

Jumat, 04 September 2026 | 14:18

Purbaya Pamer Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Tanpa Naikkan Tarif

Jumat, 04 September 2026 | 13:59

Target Lifting 2027 Diproyeksi Tercapai, Sumur Rakyat Jadi Penopang

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi Indonesia kepada Investor Rusia

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Gus Kikin Mulai Susun Kepengurusan PBNU di Hari Perdana Ngantor

Jumat, 04 September 2026 | 13:31

Label “No Pork, No Lard” Tak Otomatis Berarti Halal

Jumat, 04 September 2026 | 13:20

Kenaikan Tarif Masuk Ragunan Masih Ramah di Kantong

Jumat, 04 September 2026 | 13:12

Legislator Soroti Anggaran Pemulihan Kantor DPRD NTB-Sulsel Pasca Demo Agustus 2025

Jumat, 04 September 2026 | 13:08

Pembangunan Dapur MBG Pakai APBN Jangan Jadi Beban Negara

Jumat, 04 September 2026 | 13:06

Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Beras

Jumat, 04 September 2026 | 13:01

Selengkapnya