Berita

ilustrasi/ist

Publika

Ternyata, Hukuman Mati Tak Efektif Basmi Koruptor

SELASA, 17 MEI 2011 | 10:43 WIB

RMOL. Logika hukum yang benar mengatakan bahwa efektivitas hukum bukan soal hukum Islam atau bukan hukum Islam.

Logika hukum juga mengatakan efektifitas hukum bukan soal pelanggaran hak asasi manusia (HAM) atau bukan pelanggaran HAM. Bukan pula soal melanggar UUD 1945 ataupun tidak melanggar UUD 1945. Bukan juga soal banyaknya ulama Islam yang mendukung atau yang tidak mendukung hukuman mati.

Efektivitas hukuman mati adalah soal efektif atau tidak efektif hukuman mati itu sendiri.


Efektif atau tidaknya pemberantasan korupsi bisa diukur dengan menggunakkan Indek Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perception Index atau yang sudah diakui seluruh negara di dunia. IPK di China pada tahun 2002 adalah 3,5. Sementara pada tahun 2003 adalah 3,4. Tahun 2008 dan tahun 2009 meningkat menjadi 3,6. Sementara tahun 2010 IPK China adalah 3,5.

Dengan demikian, berarti, penanggulan korupsi di China tidak signifikan, buruk atau tidak efektif. Berarti pula, hukuman mati bagi koruptor tidak signifikan menurunkan angka korupsi.

China cuma menduduki peringkat ke 78 dalam pemberantasan korupsi (walaupun ada ancaman hukuman mati). Sedangkan Denmark,yang tidak menerapkan hukuman mati bagi para koruptor, memiliki nilai IPK 9 (paling baik) dan menduduki peringkat 1 di dunia.

Hariyanto Imadha
BSD Nusaloka Sektor XIV-5
Jl.Bintan 2 Blok S1/11
Tangerang 15318

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya