RMOL. Sebanyak 34 pengusaha Usaha Kecil Menengah Indonesia dari berbagai sektor turut berpartisiasi dalam kegiatan pameran dagang para pengusaha negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) “The 13th Organization of Islamic Conference (OIC) Expo 2011†di Expo Centre Sharjah, PEA, beberapa waktu lalu.
Selain pengusaha UKM asal Indonesia, OIC Expo tahun ini juga diikuti antara lain para pengusaha dari China, Mesir, India, Kuwait, Malaysia, Saudi Arabia, Thailand, Tunisia dan Turki. OIC Expo 2011 dilangsungkan bersamaan dengan penyelenggaraan “The 14th Private Sector Meeting of the Islamic Countriesâ€. Para pengusaha UKM Indonesia tergabung dalam Paviliun Indonesia seluas 408 m2 menampilkan berbagai produk unggulan antara lain makanan, kerajinan tangan, tekstil dan pakaian jadi, bahan bangunan, perhiasan, dekorasi rumah, ban, mesin pertanian, kaligrafi dan kosmetik.
Paviliun Indonesia merupakan yang terbesar tahun ini dengan tampilan yang cukup baik, sehingga panitia penyelenggara memberikan penghargaan stand terbaik OIC Expo 2011. Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KJRI Dubai, Adiguna Wijaya dalam siaran pers yang dterima Rakyat Merdeka Online (Minggu, 8/5) menjelaskan, partisipasi Indonesia dalam OIC Expo 2011 merupakan hasil kerja sama antara Kedutaan Besar RI Abu Dhabi, Konsulat Jenderal RI Dubai dan Indonesian Trade Promotion Center(ITPC) Dubai, di bawah koordinasi Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Negara Koperasi dan UKM serta BKPM.
OIC Expo 2011 mengambil tema “Economic Partnership and Sustainable Developmentâ€. Acara dua tahunan OKI ini dibuka secara resmi oleh Ketua Kadin Sharjah, Ahmed Mohammed Al Midfa yang juga anggota Kadin Federasi PEA atas nama Sheikh Sultan Bin Mohammed Bin Sultan Al Qassimi, Crown Prince dan Wakil Emir Sharjah yang hadir sebagai patron. Upacara pembukaan turut dihadiri Undersecretary Kementerian Ekonomi PEA, Mohammed Abdul Aziz Al Shehi, Duta Besar RI untuk PEA, M. Wahid Supriyadi, Konsul Jenderal RI Dubai, Mansyur Pangeran dan para undangan lainnya dari kalangan diplomatik, pejabat kementerian terkait PEA, para pejabat OKI, wakil Islamic Development Bank dan para pelaku bisnis dan usaha setempat.
Konjen Mansyur berharap penyelenggaraan OIC Expo 2011 di Sharjah dapat memberikan kontribusi yang konkrit bagi peningkatan kerja sama perdagangan dalam kerangka kerja sama OKI dan memperluas networking antar para pelaku usaha negara-negara anggota OKI. Lebih lanjut Konjen Mansyur menyatakan, partisipasi para pengusaha UKM Indonesia ini juga sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mendorong penguatan kerja sama ekonomi antar negara-negara anggota OKI yang saling menguntungkan, khususnya bagi para UKM.
Hal ini terbukti dengan berbagai komitmen bisnis yang tercatat dalam One on One Meeting, antara lain permintaan suku cadang otomotif dengan nilai 6 juta US Dolar dari perusahaan Al Zomrah Auto Parts LLC, permintaan Palm Kernel Expeller (PKE) untuk pakan ternak sebanyak enam kontainer per bulan dan berbagai jenis pakan ternak lainnya dari Fujairah Feed Factory, tawaran pembangunan pabrik ban oleh perusahaan Al Badiya perwakilan Bristol Inggris.
Sebelumnya Managing DirectorAl Badiya telah menjajaki peluang kerja sama dengan Pemda Riau namun belum ada tanggapan, tawaran penjajakan permintaan produk
kosmetik dan consumer goods dari perusahaan Amanzada Group of Companies, permintaan batubara (steaming coal) dari perusahaan Fares General Trading Est. (100 ribu MT/ bulan) dan perusahaan Roots International Trading LLC. (25 ribuMT/bulan), serta tawaran penjajakan permintaan produk jewelry dari perusahaan Tangham LLC.
Kegiatan pertemuan bisnis, “Business Forum and One on One Meeting†dilaksanakan pada tanggal 25 April 2011 tersebut merupakan rangkaian partisipasi Indonesia dalam
OIC Expo 2011 dan wujud upaya pro-aktif pemerintah Indonesia dalam rangka untuk lebih mendekatkan para buyers setempat dengan pengusaha Indonesia, khususnya
peserta OIC Expo 2011. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Perindustrian RI dengan KBRI Abu Dhabi, KJRI Dubai, ITPC Dubai, Kementerian Perdagangan RI, serta Kementerian Negara Koperasi dan UKM RI.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 20 pengusaha setempat dibuka oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian RI, Setio Hartono, dan bertindak selaku keynote speaker Duta Besar RI Abu Dhabi. OKI merupakan organisasi inter-governmental terbesar kedua setelah PBB, dengan jumlah anggota 57 negara yang tersebar di empat benua.
[wid]