Berita

Publika

Perangi NII dengan Empat Pilar Negara!

SENIN, 09 MEI 2011 | 10:13 WIB

NEGARA Islam Indonesia (NII) belakangan ini menjadi ramai dibicarakan orang. Sebagian masyarakat Indonesia menuntut agar NII dihancurkan saja, karena telah membuat sengsara masyarakat terkait kasus penipuan, pencucian otak, terorisme,
dan kejahatan kemanusiaan lain.
 
Belum lagi ideologi NII jelas-jelas bertentangan dengan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini bukan hanya terkait dengan penggunaan nama ‘negara’ saja. Sebab, tidak ada negara di dalam negara. Oleh karenanya, agar tidak membingungkan masyarakat maka NII harus dibubarkan. Mungkin dibubarkan saja tidak cukup, tapi harus dihancurleburkan.
 
Untuk menanggulangi ideologi NII, di dalam masyarakat pun harus memiliki semacam

Untuk menanggulangi ideologi NII, di dalam masyarakat pun harus memiliki semacam
landasan yang kuat agar mereka tidak begitu mudah disusupi ideologi lain yang intinya bakal merongrong kedaulatan negara. Maka, tak heran apabila Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR) RI gencar mensosialisasikan tentang empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal itu tidak terlepas dari ancaman ideologi itu sendiri yang sewaktu-waktu dapat menggangu stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
Empat pilar negara yang dimaksud itu adalah Undang-Undang Dasar Tahun 1945, dasar negara Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Empat pilar inilah yang dulu pernah menjadikan Indonesia mencapai puncak kejayaan dan disegani di kawasan Asia, khususnya Asia Tenggara.

Maka dari itu, masyarakat hendaknya memahami dan turut menyebarluaskan mengenai empat pilar di atas. Karena, empat pilar inilah yang menjadi landasan bagi kita dalam membangun bangsa yang adil dan sejahtera. Dan, yang lebih penting sosialisasi empat pilar negara kita tercinta ini jangan hanya sebatas pada acara seremonial belaka. Harus ada institusi khusus yang bertugas untuk mensosialisasikannya agar lebih efektif dan langsung mengena kepada masyarakat.
 
Bagaimanapun juga bangsa Indonesia adalah merupakan bangsa yang besar. Jangan sampai hancur hanya karena noda kecil NII.
 

I Made Adiyaksa
Jl. Wira Bhakti VI Jatiwaringin
Jakarta Timur
antiwati2002@yahoo.com 

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya