Berita

ilustrasi

Publika

Pelecehan Seksual di KRL Ekonomi

RABU, 27 APRIL 2011 | 07:22 WIB

PAGI ini saat datang ke kantor, saya agak terkejut melihat salah satu rekan kerja hanya tertunduk menangis dan badannya gemetar. Setelah ditanya, dengan susah payah rekan saya ini menuturkan pengalaman pahit yang menimpa dirinya.

Pagi ini rekan saya, naik KRL Ekonomi jurusan Tanah abang, pukul 08.00 dari stasiun Universitas Pancasila. Kondisi kereta sangat padat. Mencari posisi nyaman dan aman sangatlah sulit. Terutama ketika ada dorongan orang-orang yang masuk di stasiun berikutnya.

Di dalam kereta, dia tidak mencurigai apapun saat melihat sekitar 10 orang pria bergerombol. Menurutnya usia mereka ditengarai 30-an tahun ke atas.

“Tampang mereka baik-baik semua, itu kenapa saya tidak curiga apa-apa,” kata rekan saya yang berjilbab ini.

Desakan penumpang dari stasiun Lenteng Agung, memaksanya masuk lebih jauh ke dalam gerbong. Jadilah ia dikelilingi gerombolan pria tersebut. Dan hal tak terduga terjadi ketika pria yang berada di belakangnya mulai menurunkan tangan.

Ternyata pria itu sedang membuka celana panjang, mengeluarkan alat vital, dan mulai mengesek di bagian belakang rekan saya.

Teman-teman pria itu seperti menutupi keadaan yang ada.

Yang lebih miris, ketika rekan saya ini berteriak minta tolong, tidak ada yang bisa membantu karena kondisi kereta sangat padat.

Satu ketika saat rekan berteriak, "Pak tolong, saya mohon jangan dorong, kereta sudah padet dan saya terjepit."

Gerombolan pria tersebut malah tertawa. Seperti kegirangan dan makin jadi menggesek bagian belakang rekan kerja saya. Pria itu sedikit mendesah dan mengeluarkan kata-kotor kotor di kuping rekan kerja saya.

Setelah bersusah payah teriak dan merangsek menuju pintu, rekan saya turun di stasiun Pasar Minggu lalu naik ojek ke kantor.

Sambil bercerita, ia tak henti mengeluarkan air mata dan badannya terguncang karena shock dan trauma.

Saya sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi atas dirinya pagi ini.

Saya rasa masih banyak kasus-kasus seperti ini tapi korban tidak berani mengadu. Lalu kemana jika harus mengadu? KCJ (PT Kereta Api Commuter Jabodetabek)? Akankah ada tindakan nyata dari pihak KCJ?

Mungkin bisa dengan mudah bicara untuk menyalahkan korban dengan mengatakan, 'Harusnya korban bisa membela diri', 'Harusnya korban bisa begini dan begitu,' atau yang lebih ekstrim lagi, 'Ya harusnya jangan naik kereta ekonomi kalau mau nyaman.' KRL Ekonomi ataupun KRL Ekspress, berapapun harga tiket nya, kita sebagai penumpang yang sudah membayar berhak mendapatkan pelayanan yang layak. Dan itu harga mati! Pagi ini saya berkabung untuk sekian kalinya terhadap pelayanan kereta yang buruk.

Sudah berulang kali dikatakan buruk, tetapi seperti bangga akan keburukannya dengan selalu aktif menambah banyaknya masalah. Gangguan Wesel, persinyalan, dan kereta mogok di sana-sini.

Kejadian pagi ini hendaknya menjadi pelajaran berharga buat semua orang.

D
Pengguna KRL dari Serpong
krl-mania@yahoogroups.com


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya