ULAH dan provokasi kelompok separatis Papua belakangan ini semakin merajalela saja, sehingga masalah ini tidak boleh dianggap sepele. Selain melakukan aksi kekerasan bersenjata terhadap warga masyarakat seperti penembakan terhadap karyawan PT Freeport Indonesia belum lama ini, mereka juga gencar melakukan penggalangan massa dalam bentuk unjuk rasa, pertemuan-pertemuan dan jumpa pers.
Tuntutan yang mereka suarakan, antara lain, adalah penolakan terhadap Otonomi Khusus dan referendum untuk memisahkan Papua dari NKRI. Mereka juga menuntut dilakukan dialog nasional antara masyarakat Papua dan pemerintah Jakarta dengan melibatkan pihak ketiga (dunia internasional) sebagai mediator.
Bila dicermati, sesungguhnya tuntutan dialog ini bukanlah untuk menyelesaikan masalah Papua, tetapi hanyalah sebagai sarana atau pintu masuk bagi kelompok separatis Papua untuk menyampaikan tuntutan referendum.
Untuk memuluskan strategi perjuangannya, kelompok separatis Papua dengan sejumlah organisasi sayapnya juga gencar melakukan provokasi melalui media massa dan dunia maya serta melakukan rekrutmen dan indoktrinasi kepada masyarakat Papua sampai pelosok-pelosok desa.
Untuk dapat menarik simpati dan solidaritas sesama masyarakat Papua, dapat dipastikan mereka melakukan kampanye hitam dengan mengeksploitasi kelemahan dan kegagalan pemerintah serta mendiskreditkan aparat keamanan. Dengan dalih perjuangan untuk kepentingan rakyat, kelompok separatis Papua berupaya melakukan “pencucian otak†dan meracuni pikiran masyarakat Papua, dengan mengobarkan kebencian kepada pemerintah, aparat keamanan maupun para warga pendatang.
Menyikapi ulah kelompok separatis tersebut, kita berharap pemerintah maupun aparat keamanan untuk lebih waspada dan melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap manuver dan aksi-aksi mereka. Kita jangan sampai memberikan peluang dan ruang gerak sekecil apapun bagi mereka melakukan indoktrinasi dan membodohi masyarakat.
Pemerintah dan aparat keamanan harus lebih intensif dalam melakukan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat, dengan cara merebut hati dan simpati masyarakat Papua, serta membangun Papua secara adil dan merata, agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati hasil pembangunan tanpa terkecuali.
Berbagai kebijakan yang telah dilakukan oleh pemerintah selama ini seperti meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memulihkan kondisi keamanan, melaksanakan pendidikan politik, menguatkan kelembagaan pemerintah, upaya diplomasi dan berbagai upaya lainnya, perlu terus dievaluasi dan ditingkatkan, agar benar-benar efektif dan tepat sasaran.
Demikian juga upaya memberikan kesadaran, pemahaman dan pencerahan kehidupan berbangsa dan bernegara pada diri masyarakat Papua dalam kerangka NKRI, perlu terus dilakukan secara lebih maksimal. Selain itu, sebagai warga masyarakat, kita juga wajib mendukung upaya-upaya yang dilakukan oleh TNI dan Polri dalam menjaga dan meningkatkan kondisi keamanan di wilayah Papua agar tetap kondusif.
Eka Agung RohmatManonjaya
, TasikmalayaHP. 08161413***