Berita

ilustrasi perompak

PEMBAJAKAN SINAR KUDUS

SBY Minta Pengertian, Jangan Sampai Operasi Pembebasan Gagal

SELASA, 12 APRIL 2011 | 14:47 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Presiden SBY menegaskan bahwa ada keperluan untuk tidak serta merta membuka semua informasi ke publik terkait upaya pembebasan 20 anak buah kapal MV Sinar Kudus yang dibajak perompak Somalia sejak pertengahan bulan Maret kemarin.

"Sampai waktunya nanti lembaga yang emban tugas akan jelaskan ke publik tapi tentu pada saat yang tepat," ujar Presiden saat rapat kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (12/4).

Presiden meminta pengertian masyarakat luas dan insan pers agar memberikan kesempatan dan mendukung upaya pemerintah membebaskan para sandera.


"Sebab kejadian di banyak negara karena terlalu terbuka ke masyarakat luas, operasi khusus itu gagal dilaksanakan," ucap SBY.

SBY juga memaparkan, sejak Maret 2010 hingga saat ini masih ada 27 kapal yang masih disandera. Jumlah itu dari seluruh 41 kapal asal 16 negara yang telah dibajak perompak Somalia. Sedangkan jumlah ABK yang masih disandera berjumlah 583 orang termasuk ke-20 WNI.

"Beri kesempatan agar tugas ini bisa berhasil apakah negosiasi maupun upaya lain yang tengah dipertimbangkan," tegas Presiden.[ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya