Berita

ilustrasi pembajak

Samudera Indonesia: Hanya Pembajak Yang Tentukan Kapan Pembebasan Sandera

SENIN, 11 APRIL 2011 | 18:12 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Secara keseluruhan, saat ini ada 30 kapal lain yang dikuasai pembajak di perairan Somalia.

"Sementara, 10 kapal lain ada di tempat yang dekat dengan Sinar Kudus yang dikuasai pembajak yang sama," ujar Wakil Direktur Utama PT Samudera Indonesia, David Batubara, kepada wartawan di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Senin (11/4).

Sejak 2007, lanjut David, aktivitas pembajakan telah menjadi bisnis besar dan sejak itu banyak kelompok perompak yang teroganisir. Operasi pembebasan rata-rata memakan waktu yang panjang. Pada 2010 saja ada lebih dari 70 pembajakan yang berlanjut selama lebih dari 150 hari.


"Kami tidak dapat memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan. Saat ini masuki hari ke-27. Hanya pembajak yang miliki kekuasaan dan kontrol waktu kapan pembebasan awak kapal, tergantung pada pembajak," tegas David.[ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya