Berita

Syahrini

Blitz

Syahrini, Diajak Berdamai

KAMIS, 07 APRIL 2011 | 02:53 WIB

RMOL. Perseteruan Syahrini dan Blue Eyes  mulai disidang di Pengadilan Negeri (PN) Bogor, kemarin. Tapi sidang ditunda karena majelis hakim minta kedua belah pihak yang sedang terbelit kasus perdata ini melakukan mediasi.

Syahrini sudah hadir di Pengadilan Negeri Bogor sejak pagi untuk menghadapi tuntutan Rp 400 juta. Ia tampak tenang dan banyak tersenyum. Ditanya soal kasusnya, Syahrini menyerahkan pada pengacaranya, Warsito.

“Memang pada awal setiap gugatan pasti ada mediasi dulu. Sekarang sedang berjalan mediasinya. Asisten saya yang sedang melakukan mediasi mewakili pihak Syahrini,” kata Warsito.


Warsito menyatakan siap berdamai dengan Blue Eyes. Tapi ada tiga syarat yang harus dipenuhi dulu. Pertama, pihak Blue Eyes sebagai penggugat harus yang berinisiatif untuk mencapai perdamaian.

“Kedua, pihak Blue Eyes harus minta maaf kepada semua media terhadap info yang telah diberikan,” lanjut Warsito.
Terakhir, Syahrini minta agar penampilannya di acara perusahaan Blue Eyes di Bali dijadwal ulang.

Warsito menjelaskan bahwa ketidakhadiran Syahrini dalam acara yang diadakan Blue Eyes, 28 Januari 2011 bukan hal yang disengaja. Syahrini tidak hadir karena ayahnya tengah sakit kritis.

“Sudah diberitahukan disertai bukti-bukti yang jelas mengapa Syahrini tak hadir. Dan sekarang saya bersikeras bahwa walaupun tidak ada di perjanjian, satu sen pun tidak akan ada pengembalian dana,” kata Warsito.

Sidang rencananya  akan kembali digelar pada 1 Juni 2011. Selama 40 hari ke depan, antara Syahrini dan Blue Eyes akan melakukan mediasi.  Jika kesepakatan damai tak tercapai, proses hukum pun berlanjut.   [RM]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya