Berita

Demokrat: Kalau Tidak Suka Kami, Jangan Pilih Lagi pada 2014

SENIN, 04 APRIL 2011 | 11:05 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Masyarakat Indonesia bukan lagi rakyat yang bodoh. Partai Demokrat sebagai pendukung pembangunan gedung baru DPR yakin, rakyat sudah bisa menilai jernih siapa yang betul-betul membela rakyat dan siapa yang yang hanya gila pencitraan.

"Rakyat bisa menilai, ada mereka yang bermain dua kaki. Seperti PAN, saya termehek-mehek melihat PAN. Satu pihak ingin pejabatnya jadi menteri, di pihak lain ingin pencitraan. Itu namanya main di dua kaki," tegas Jurubicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, kepada Rakyat Merdeka Online, Senin (4/4).

Fraksi yang main di dua kaki, sebut Ruhut, selalu menjual nama rakyat untuk kepentingan kekuasaan. Ruhut yakin, rakyat sudah cerdas menilai rencana pembangunan gedung baru DPR, karena itu partainya sebagai partai pemenang Pemilu dan Pilpres 2009 tidak perlu melakukan klarifikasi pada rakyat soal sikap mendukung rencana kontroversial yang besok akan dibicarakan dalam rapat konsultasi di internal DPR.


"Klarifikasi ke rakyat, sama saja anggap rakyat luas itu bodoh. Tahun 2009 kami partai pemenang dan Pak SBY menang satu putaran. Kalau rakyat tidak suka sikap kami, ya jangan pilih lagi Ruhut Sitompul dan Demokrat pada 2014. Hormati saja mekanisme lima tahun," ucapnya lantang.

Ruhut menambahkan, anggota DPR jangan terlalu mudah menjual nama rakyat. Jika setiap mau mengimplementasikan kebijakannya DPR harus turun ke lapangan dulu untuk menjaring aspirasi rakyat, maka kinerja DPR akan semakin lambat.

"Anggota DPR jangan lupa dirinya adalah wakil rakyat, sudah dipercayakan rakyat untuk mewakili di DPR. Kalau mau bekerja harus tanya rakyat dulu, kapan kerjanya?" pungkas mantan bintang sinteron ini.[ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya