Berita

ilustrasi

Publika

SUARA PUBLIK

Karyawati Mohon Bertemu Dirut Astra Credit Companies

JUMAT, 01 APRIL 2011 | 19:03 WIB

SAYA adalah karyawati Astra Credit Companies Pekanbaru bekerja sejak Desember 2003. Selama saya bekerja di ACC, saya tidak pernah mendapat teguran dan surat peringatan baik dari atasan saya langsung maupun pusat.

Saya sangat mencintai ACC tempat saya bekerja tetapi mengapa perusahaan dan sekelompok orang di dalamnya memperlakukan saya seperti ini, menuduh saya seolah-olah saya telah melakukan tindakan pidana dan meminta saya mengundurkan diri dan akan melaporkan saya ke polisi jika saya tidak mengundurkan diri dengan sukarela.

Betapa seorang atasan, HRD dan pimpinan tidak mempunyai hati nurani melakukan itu kepada seorang karyawati yang sedang hamil tua bahkan mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan dan melecehkan perempuan dan diskriminasi berbasis gender seperti “ngapain kamu pulang cepat, kamu kan lagi hamil tua tidak dipakai lagi sama suami kamu” dan “kalau kamu tidak bekerja lagi kamu mau jadi apa, lonte jalanan?

Sebagai seorang perempuan, istri dan juga Ibu perkataan ini sangat sangat menyakitkan sekali. Kenapa saat saya meminta untuk bertemu dengan Direktur Utama ACC, Bapak Djoni Bunarto Tjondro sekelompok orang tersebut malah mengatakan saya tidak mempunyai agenda untuk bertemu Dirut. Karena saya sangat sangat mencintai ACC makanya saya ingin sekali bertemu Dirut. 

Saya yakin Bapak Djoni adalah orang yang bijaksana, adil dan tegas. Tidak mungkin seorang Dirut tega melakukan ini semua. Saya sudah dizalimi oleh atasan, HRD dan pimpinan, apa yang mereka lakukan kepada saya adalah satu ancaman dan intimidasi terhadap saya. Akibat dari semua ini saya mengalami keguguran, saya harus hidup terpisah dari anak saya. 

Bagi saya ini adalah penyiksaan pelan-pelan yang diberikan kepada saya.

Tidak seharusnya perusahaan melakukan ini kepada saya, bahkan proses di Disnaker yang timpang membuat tambah penderitaan saya. Karena penganiayaan moril berkepanjangan yang saya terima sejak Januari 2010 hingga saat ini sampai saya harus mengalami keguguran dan kehilangan calon bayi saya membuat hati dan perasaan saya sebagai seorang Ibu sangat terluka dan kecewa kepada ACC yang menyebabkan semua ini terjadi.


Semua penderitaan dan penyiksaan ini sudah sangat berdampak buruk terhadap kehidupan saya. Saya meminta perlindungan kepada kepolisian tetapi tidak mendapat tanggapan dan respon yang baik. Saya juga sudah meminta perlindungan kepada Komnas HAM, Komnas HAM Perempuan dan Ibu Rieke Diah Pitaloka di DPR RI Komisi IX. Begitu besar pengorbanan moril dan materil yang saya tanggung untuk mendapatkan keadilan dalam masalah ini.  Hanya ini satu-satunya cara untuk saya dapat bertemu dengan Bapak.

Saya berharap jika Bapak Djoni membaca ini, Bapak bersedia meluangkan waktu untuk saya temui. Saya yakin masih ada seseorang yang mempunyai hati nurani di perusahaan ini. Saya berharap Bapak bisa membebaskan saya dari penderitaan dan siksaan ini, karena ketidakadilan yang perusahaan berikan kepada saya.

 
Dwi Hasnuni
Jalan Melati Indah
Villa Anggrek Mas 2 Blok D-4
Kel. Delima Kec. Tampan
Pekanbaru, Riau
 


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya