Berita

presiden sby/ist

Ulil Abshar Abdalla: SBY is One of the Best in the World

KAMIS, 31 MARET 2011 | 10:19 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Ketua Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat, Ulil Abshar Abdalla, mengakui, pemerintahan SBY-Boediono masih lemah dalam menindak kelompok-kelompok garis keras yang mengatasnamakan agama dan Tuhan.

Tetapi, menurutnya, tidak begitu dalam isu terorisme. Ia tegaskan, perlindungan minoritas di Indonesia cenderung berbanding terbalik dengan penanganan terorisme.

"Persoalan kekerasan terhadap minoritas baik agamalain maupun agama yang sama memang perlu mendapat perhatian. Di sisi lain, dalam kasus terorisme sebenarnya pemerintah sudah lakukan tindakan bagus dan sukses," ujar Ulil kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Kamis, 31/3).


Dalam melakukan pembongkaran terhadap jaringan terorisme dan menangkap teroris, kemudian dalam pemberian hukuman pada pelaku terorisme, pemerintahan SBY-Boediono mungkin is one of the best in the world.

"Bisa dibilang Indonesia adalah is one of the best in the world dalam penanganan terorisme," tegasnya.

Dalam pandangannya, Indonesia menangani kelompok teroris sesuai prosedur demokrasi. Tidak menggunakan kekuatan militer yang tidak demokratis, seperti kekuatan tangan besi yang dilakukan pemerintah Negeri Paman Sam.

"Dalam tangani teroris, AS kalah baik karena kita (Indonesia) gunakan prosedur demokratis," terangnya.

"Tapi dalam perlindungan minoritas, agak lemah dan tak sesukses tangani terorisme. Kritik dari Dubes AS disini, dari beberapa anggota Kongres AS yang pernah datang ke Indonesia dan bebarapa lembaga NGO internasional juga kalangan dalam negeri, harus jadi lecutan bagi pemerintah," saran tokoh Jaringan Islam Liberal ini.[ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya