Berita

Soal Impor, Bulog Suka Bohongi DPR

RABU, 30 MARET 2011 | 14:59 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Kinerja Badan Urusan Logistik menuai kekecewaan DPR. Bulog dinilai terlalu doyan impor pangan tanpa lakukan terobosan.

Demikian dikatakan Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Demokrat, Muhammad Azhari, kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 30/3). Azhari menanggapi kritik dari masyarakat bahwa Bulog tak peduli dengan penguatan pangan nasional dan petani dalam negeri karena terlalu sering mengimpor pangan.

Sebelumnya, pengamat ekonomi Hendri Saparini, menerangkan, Malaysia saja masih memproteksi 20-an harga bahan pokoknya, walaupun badan stabilisasi harga mereka sudah milik publik. Nah, disini Bulog berbentuk Perum, tapi hanya tangani harga beras saja.


"Kami kecewa dengan kinerja Bulog. Sekarang tak ada terobosan yang benar-benar melakukan fungsi stabilitator harga, mengontrol arus barang. Bulog dikit-dikit impor," ujar Muhammad Azhari.
 
Azhari mengungkapkan niat Komisi VI memanggil Bulog, karena amat kecewa pada institusi pimpinan Sutarto Alimoeso itu.

"Selama ini soal impor tak pernah benar informasinya. Katanya stok cukup, tapi tetap impor. Selama ini tidak ada koordinasi," tegasnya.

Ia mengakui, Komisi VI DPR memang memberikan wewenang penuh pada Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk mengimpor pangan kalau stok pangan di dalam negeri tidak cukup. Tapi bukan berarti Bulog boleh menggunakan wewenangnya berlebihan, sehingga merugikan kepentingan ketahanan pangan dan petani dalam negeri.[ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya