Berita

ilstrasi/ist

Publika

Perdebatan di Parlemen Ikut Bersalah atas Teror Bom

RABU, 23 MARET 2011 | 13:20 WIB

RMOL. Para petugas intelijen belakangan ini kembali menjadi bahan pembicaraan di berbagai media massa terkait kasus teror bom paket buku yang belakangan ini
terjadi dan menimbulkan keresahan yang meluas di masyarakat. Bahkan, ada yang langsung menuduh bila kejadian itu merupakan permainan intelijen. Apa benar?

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Ansyad Mbaai, membantah adanya permainan intelijen dalam kasus teror bom buku itu. Dalam keterangannya, ia menyatakan bahwa pelaku adalah orang lama dari jaringan teroris yang masih eksis, yakni para simpatisan Imam Samudera, Amrozi, dan Ali Gufron.

Kalau dinalar lebih lanjut, dalam sebuah negara modern intelijen merupakan sebuah elemen yang penting yang mempunyai beberapa fungsi di antaranya adalah fungsi pencegahan, fungsi deteksi dini, dan fungsi menghilangkan ancaman. Dan, itu sangat perlu!

Kalau dinalar lebih lanjut, dalam sebuah negara modern intelijen merupakan sebuah elemen yang penting yang mempunyai beberapa fungsi di antaranya adalah fungsi pencegahan, fungsi deteksi dini, dan fungsi menghilangkan ancaman. Dan, itu sangat perlu!

Fungsi pencegahan biasa disebut dengan fungsi antisipasi terhadap suatu kejadian yang mungkin akan terjadi. Hal ini berkaitan dengan fungsi deteksi dini yang memungkinkan aparat intelijen untuk mengumpulkan data, menganalisis informasi dan menilai data serta informasi tersebut, sebelum mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menghilangkan ancaman yang mungkin akan terjadi.

Terkait fungsi di atas, menurut beberapa informasi hingga kini institusi intelijen masih saja belum memiliki perundangan yang menjadi dasar hukum organisasi. Mereka masih berkutat dengan keputusan presiden yang hirarkinya di bawah undang-undang. Maka, tidak heran bila, komunitas intelijen sangat butuh akan undang-undang sebagai dasar hukum dalam melaksanakan fungsi tadi sebagai tugas negara.

Yang masih menjadi persoalan adalah rancangan undang-undang intelijen hingga kini hanya masih menjadi bahan komoditi perdebatan di parlemen. Itulah mengapa kinerja para petugas intelijen nasional kita kurang maksimal dalam mengantisipasi ancaman yang mungkin terjadi pada negara dan bangsa tercinta.

Sekali lagi, keberadaan institusi intelijen yang memiliki kredibilitas yang tinggi dan beratap undang-undang benar-benar diperlukan dalam entitas sebuah negara.

Jenifer Woworuntu
Komp. Lenteng Agung Persada Kav. 54A
Jakarta Selatan

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya