ilstrasi/ist
ilstrasi/ist
RMOL. Para petugas intelijen belakangan ini kembali menjadi bahan pembicaraan di berbagai media massa terkait kasus teror bom paket buku yang belakangan ini
terjadi dan menimbulkan keresahan yang meluas di masyarakat. Bahkan, ada yang langsung menuduh bila kejadian itu merupakan permainan intelijen. Apa benar?
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Ansyad Mbaai, membantah adanya permainan intelijen dalam kasus teror bom buku itu. Dalam keterangannya, ia menyatakan bahwa pelaku adalah orang lama dari jaringan teroris yang masih eksis, yakni para simpatisan Imam Samudera, Amrozi, dan Ali Gufron.
Kalau dinalar lebih lanjut, dalam sebuah negara modern intelijen merupakan sebuah elemen yang penting yang mempunyai beberapa fungsi di antaranya adalah fungsi pencegahan, fungsi deteksi dini, dan fungsi menghilangkan ancaman. Dan, itu sangat perlu!
Populer
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Senin, 13 April 2026 | 08:21
UPDATE
Senin, 20 April 2026 | 22:11
Senin, 20 April 2026 | 22:06
Senin, 20 April 2026 | 22:01
Senin, 20 April 2026 | 21:54
Senin, 20 April 2026 | 21:52
Senin, 20 April 2026 | 21:34
Senin, 20 April 2026 | 21:14
Senin, 20 April 2026 | 21:05
Senin, 20 April 2026 | 20:41
Senin, 20 April 2026 | 20:39