Berita

ilustrasi beras

Publika

Mari Ciptakan Ketahanan Pangan

SELASA, 22 MARET 2011 | 08:21 WIB

RMOL. Dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh Linkers, para ahli dibidang pangan yang rata-rata sudah menyandang gelar profesor bersepakat untuk bersinergi dengan TNI untuk menciptakan ketahanan pangan bagi rakyat Indonesia. Linkers sendiri merupakan perkumpulan para ahli pertanian yang  berkonsensus di bidang ketahaan pangan. Seperti kita ketahui bahwa  masalah pangan baik di Indonesia maupun di dunia ketersediaan pangan makin lama semakin menipis sedangkan pertambahan penduduk semakin besar, sehingga bila tidak diantisipasi sejak dini, dunia dan khususnya Indonesia dapat  terancam krisis pangan.

Untuk itu marilah kita kembalikan posisi negeri kita  ini sebagai negara agraris dengan  membuka lahan-lahan pertanian baru. Para ahli ketahanan pangan nampaknya menyadari bahwa satuan-satuan TNI khususnya TNI AD tergelar sampai ke pelosok desa yang tersebar di seluruh tanah air merupakan  potensi dan dapat diajak untuk bersinergi dengan para ahli pertanian dalam  menciptakan ketahanan pangan.

Selaku warga  masyarakat saya setuju dengan apa yang menjadi pemikiran para ahli pangan dalam upaya menciptakan ketahanan pangan. Ketahanan pangan di dalam suatu negara bisa menjadi barometer  tingkat kesejahteraan rakyatnya dan  kesejahteraan suatu bangsa dapat menjadi barometer kekuatan suatu negara.


Militer di saat damai memang bisa berkontribusi melakukan kegiatan kemasyarakatan termasuk  pertanian yang bisa dikatagorikan menjadi operasi teritorial sekalipun itu bersifat non teknis.

TNI ada  pasukan zeni yang memiliki kemampuan dan peralatan untuk membuka lahan-lahan pertanian  baru, tinggal  bagaimana kita dapat melakukan kerjasama lintas sektoral dengan  melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum,  Kementerian Pertanian dan Kementerian Pertahanan. Mudah-mudahan dengan kerjasama  antara TNI dengan para ahli pangan kita dapat kembali berswasembada pangan khusus beras.

Iman Suseandri
Rt 002/010
Kedung Badak, Kab. Bogor
imans@yahoo.com


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya