Berita

ilustrasi

Publika

Awas Teroris Mainkan Jurus Baru!

JUMAT, 18 MARET 2011 | 08:26 WIB

RMOL. Beberapa pengamat intelijen pada awal-awal tahun 2011 pernah mengingatkan agar aparat keamanan terus mewaspadai gerakan teroris di tahun 2011. Belum tertangkapnya seluruh pelaku dan gembong teroris di Indonesia maupun yang ada di luar negeri, menimbulkan ancaman terhadap keamanan di Indonesia.

Adanya paket bom dalam buku yang dikirimkan kebeberapa sasaran, telah mengindikasikan bahwa para teroris kini nampaknya mulai menggunakan strategi baru yang belum dapat kita deteksi, bahkan diperkirakan modus operasi dan pola rekruitmen teroris juga akan berubah.

Hal ini memang perlu kewaspadaan bersama, sehingga banyak khalayak yang menghendaki agar pola pemberantasan terorisme juga harus dirubah, karena sepanjang tahun 2004-2010, banyak masyarakat yang memprotes cara-cara pemberantasan teroris yang tidak proporsional dan profesional dan cenderung melanggar HAM. Untuk itu, aparat keamanan perlu melakukan pengembangan operasi pemberantasan teroris secara lebih cerdik dan manusiawi sehingga tidak menimbulkan kontroversi yang dapat menimbulkan keraguan aparat keamanan dalam melakukan tindakannya.


Pengembangan operasi itu menurut saya bisa dimulai dengan mengorek informasi dari para pelaku teroris yang telah tertangkap, untuk memprediksi modus-modus yang bakal dimainkan. Selain itu pengembangan operasi pemberantasan teroris juga bisa dilakukan melalui penukaran informasi antar negara.

Mengingat ancaman terorisme ini semakin mengglobal dan menjadi kekhawatiran semua pihak, maka ancaman ini harus ditempatkan menjadi prioritas kewaspadaan nasional. Aparat kepolisian tidak boleh ragu atau malu untuk meminta bantuan pasukan anti teror dari TNI, bila situasi sudah mengancam keamanan nasional dan mengganggu sistem pertahanan negara.

Yakinlah bahwa masyarakat, Negara dan bangsa ini akan lebih tenang dan merasa aman bila pemerintah mampu menstabilkan keamanan nasional dan masyarakat lepas dari ancaman terror. Tidak bisa dikatakan bahwa masalah keamanan adalah domain kepolisian, karena masalah keamanan adalah menjadi tanggung jawab kita semua sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya. Soal siapa yang akan memberantas pelaku terorisme, masyarakat tidak akan mempersoalkan, yang penting masyarakat merasa nyaman dan aman hidup di negeri sendiri.

Syarifudin
Jl. Damai No. 100
Kramat Jati, Jakarta Timur
syarifudin@yahoo.com

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya