Berita

CENTURYGATE

KPK Kejatuhan Momentum Penting

RABU, 16 MARET 2011 | 14:55 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus segera memeriksa dugaan kejahatan korupsi Centurygate yang semua indikasinya mengarah pada peran SBY-Boediono.

"Rilis informasi rahasia Kedubes AS yang diterbitkan dua media massa Australia menggunakan data situs Wikileaks merupakan momentum penting untuk mengusut dugaan korupsi Istana," ujar aktivis Gerakan Indonesia Bersih, Ahmad Kasino, kepada Rakyat Merdeka Online, Rabu (16/3).

Kasino menambahkan, masih ada peluang bangsa ini untuk bangkit dari keterpurukan akibat ideologi liberal pemerintah SBY-Boediono dan elit politik yang melakukan persekongkolan jahat merugikan Rakyat.


"KPK harus serius memeriksa dugaan korupsi yang dilakukan oleh lingkaran dalam Istana dan lingkaran dalam Cikeas, supaya semuanya menjadi jelas, kenapa bangsa Indonesia semakin terpuruk secara ekonomi, politik, sosial dan budaya," harap tokoh gerakan reformasi '98 ini.

Kedubes AS mengaku memperoleh data kredibel dari seorang aktivis lembaga anti-korupsi prominen yang menyebutkan bahwa dana dari Bank Century telah digunakan untuk mendukung kampanye SBY dalam Pilpres 2009. Kemudian, data yang dirilis Wikileaks itu diterbitkan koran The Age dan Sydney Morning Herald.

Sementara dua hari lalu, dalam pertemuan para aktivis anti korupsi dengan KPK menelurkan komitmen KPK untuk telusuri informasi Kedubes AS di Jakarta yang menyebut dugaan korupsi SBY-Boediono, keluarga Cikeas dan orang-orang dekat Istana.[ald]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya