Berita

X-Files

RUSUH MENDAPO

Polisi Masih Selidiki Motif Pengeroyokan Rusdi

RABU, 09 MARET 2011 | 12:47 WIB

RMOL. Suasana di Desa Karang Mendapo setelah pengeroyokan yang dilakukan sejumlah orang tak dikenal terhadap Rusdi, Kepala Desa Karang Mendapo, Kecamatan Pauh, Sarolangun, Jambi berangsur kondusif. Kasusnya kini sudah ditangani Polda Jambi dan sudah menahan empat orang tersangka. Sementara enam tersangka lainnya masih dalam pengejaran.

Diduga peristiwa pengeroyokan itu terjadi sekitar pukul 23.30 WIB akhir pekan lalu (Jumat , 4/3) karena masalah pribadi. Salah satu isu yang dipergunjingkan warga adalah persoalan rumah tangga Rusdi dengan istrinya. Namun, belum jelas istri yang mana terlibat cekcok dengan Rusdi. Sebab, Rusdi mempunyai istri lebih dari satu.

“Dia punya istri muda yang sering meminta dibelikan sesuatu. Jadi pengeroyokan itu memang murni karena masalah pribadi,” ujar seorang warga Karang Mendapo kepada wartawan, Rabu (9/3).

Sebelumnya beredar kabar, karena memiliki istri lebih dari satu, Rusdi diduga menghabiskan dana desa sebesar Rp 169 juta. Dana itu digunakan untuk keperluan pribadi dan salah satu istrinya, seperti biaya belanja rumah, membeli mobil, dan sejumlah biaya lainnya. Hal inilah yang diduga memicu kecemburuan istri Rusdi lainnya hingga berbuntut aksi penganiayaan tersebut.

Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Polisi Boy Rafli Amar menegaskan, pihaknya hingga kini masih menyidik kasus tersebut.

“Kasusnya sejauh ini masih dalam penyidikan. Untuk enam tersangka yang belum tertangkap masih dalam pengejaran anggota kami,” ujar Boy. Mengenai motif pengeroyokan yang dialami Rusdi, Boy belum bisa memberikan jawaban.

“Sejauh ini kami belum mendapat laporan dari Polsek (Pauh) bersangkutan,” tambahnya.

Menurut Boy, hingga saat ini polisi masih menampung semua laporan yang berkaitan dengan masalah Rusdi dan sepak terjangnya. Kendati begitu, Boy tidak menampik adanya dugaan Rusdi terlibat dalam pengerahan sekelompok preman. “Intinya kasusnya masih dalam penyidikan. Anggota kami di sana terus berusaha untuk menuntaskan kasus tersebut,” kata Boy. [RM]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya