Berita

ilustrasi, kemacetan

Publika

Jalan Baru Underpas Bekasi, Macet Terkunci

KAMIS, 10 FEBRUARI 2011 | 02:22 WIB

RMOL. Setiap hari saya mengantar anak ke sekolah melewati Jalan Baru Underpas Bekasi. Setiap hari pula saya harus mengelus dada karena jalan utama yang berlokasi di Jalan Baru underpas macet total lebih dari satu kilometer, nyaris terkunci tak bisa bergerak. Kemacetan itu sudah berlangsung cukup lama.

Tampaknya, biang kemacetan adalah tumbuhnya para penjual sayur yang sekarang tampaknya sudah ”dilegalkan” oleh oknum-oknum tertentu. Ironisnya, kalau sebelumnya hanya satu sayap yang dijadikan lapak jualan sayuran, sekarang sudah mendekati dua sayap lapak berjajar di sekitar Jalan Baru Underpas.

Parahnya lagi, akibatnya banyak penjual sayuran, hal itu berdampak pula pada banyak mobil dan sepeda motor berjajar parkir di sepanjang jalan itu. Bisa dibayangkan, betapa carut marutnya jalan tersebut, macet total, hampir terkunci. Bahkan pada musim hujan ini, tidak jarang banyak dipasang tenda-tenda plastik yang dijulurkan lewat pohon-pohon sekitar sebagai pelindung lapak. Macet total, kotor, jorok sudah menjadi sesuatu yang biasa di sepanjang jalan ini.


Anehnya, Pemerintah Kota Bekasi ”kurang responsif dan kurang sensitif” pada kemacetan total itu. Kok tidak segera dibenahi oleh pihak-pihak terkait dalam lingkup Pemerintah Kota Bekasi, ada apa? Kenapa para pedagang sayur tersebut tidak direlokasi ke tempat yang lebih kondusif demi menghindarkan macet?

Pernah beberapa kali petugas Satpol Pamong Praja merazia dan menghalau, kemacetan berhenti sejenak. Tapi esok harinya berulang lagi, demikian seterusnya, yang tentu saja itu bukan solusi yang baik dan bijak. Haruskah Pemerintah Kota Bekasi menunggu para pedagang sayur itu berjualan di sepanjang jalan? Kalau sudah begitu, haruskah pembenahan dilakukan dan dilawan secara anarkis oleh para penjual sayur (karena akan semakin banyaknya jumlah pedagang).

Mohon pihak terkait bersinergi mengatasi solusi kemacetan total ini. Tidak baik saling menyalahkan antar instansi. Yang jelas, agar kemacetan bisa teratasi, para pedagang tidak dikorbankan dan dapat direlokasi di tempat yang proporsional, nyaman dan aman. Namun jika tidak bisa, Pemerintah Kota Bekasi hendaknya melakukan evaluasi, mengganti pejabat-pejabat terkait yang jelas-jelas tidak bisa mengatasi kemacetan secara permanen, yang sebenarnya mudah diatasi secara bijak. Terimakasih.

(Nama dan alamat diketahui redaksi)

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya