Berita

ilustrasi, pengemis anak

Publika

Pengemis Anak Mesti Ditertibkan

SENIN, 31 JANUARI 2011 | 00:05 WIB

RMOL. Pengamen dan pengemis anak-anak hingga kini masih sering dijumpai di pinggir jalanan ibukota. Miris memang, ketika melihat anak jalanan bernyanyi dan berdagang hanya untuk menyambung hidupnya, sementara anak seusia mereka lainnya, belajar dan bermain di sekolah.

Ini misalnya bisa dilihat di perempatan lampu merah Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Di tengah terik matahari yang menyengat dan tak luput dari kepulan asap dan debu kendaraan, mereka berkeliaran mencari uang.  Seharusnya, mereka bersekolah.

Ternyata, bukan semata karena masalah ekonomi yang menyebabkan mereka mengamen atau berdagang. Mereka ini lebih tepat merupakan korban dari orang yang memaksa mereka berkeliaran di jalan.


Segelintir orang memanfaatkan tenaga mereka untuk menghasilkan uang. Soal ini, saya ketahui setelah beberapa bulan melewati tempat itu dan kebetulan ada seorang warga sekitar yang memberitahu.

Sudah beberapa kali saya melewati perempatan Pondok Pinang. Biasanya, sewaktu saya hendak berangkat ke kantor di daerah Kebayoran Lama. Anehnya di tempat itu sama sekali belum dilakukan penertiban. Padahal, kawasan tersebut juga sering macet akibat lampu merah yang padam, ditambah dengan banyaknya anak jalanan berkeliaran.

Seharusnya anak jalanan seperti mereka ini menjadi tanggung jawab pemerintah, baik pusat maupun daerah. Sehingga mereka bisa bersekolah kembali. Apalagi mengingat mereka sebenarnya korban eksploitasi.

Koen Wiryantomo, Pisangan 

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya