Berita

syarif hasan/ist

Menkop Suruh Pengamat Cuci Otak

MINGGU, 23 JANUARI 2011 | 18:20 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Derasnya kritikan yang dilontarkan sejumlah pengamat politik terhadap pernyataan Presiden mengenai kenaikan gaji, disayangkan Menteri Koperasi dan UKM Syariefuddin Hasan.

"Kenapa sih pengamat suka putar balik statemen. Justru maksud Presiden itu bahwa dia lebih mengutamakan rakyat, bukan mengeluh minta naik gaji," tegas Syarief.

Menurut Syarief, tidak ada satupun dari kalimat Presiden SBY yang menyiratkan keinginan menaikkan gaji. "Tidak ada pula permintaan pemerintah kepada DPR untuk menaikkan gaji Presiden. Tapi memang struktur penggajian di Indonesia harus ada dievaluasi," tutur Syarief.


Ia menambahkan, ketika seseorang dipercaya menjadi pejabat negara, maka urusan besaran gaji tidak dipikirkan. Pasalnya, imbuh Syarief, gaji menteri sebesar Rp 18 juta tentu jauh lebih kecil saat dia masih menjadi pengusaha.

"Kami tidak pernah mengeluh. Yang penting bagaimana caranya mengabdi pada negara," ujarnya.

Karena itulah, Syarief menyesalkan komentar para pengamat yang dinilainya terkesan mendiskreditkan Presiden.

 "Masa pengamat melihatnya dari sisi negatifnya saja. Saya lihat pengamat harus cuci otak. Saya melihat ini kepentingan 2014, saya kira begitu (bahwa komentar pengamat dtunggangi pihak-pihak tertentu)," tutupnya. [wid]


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya