Berita

neshawati/ist

DUGAAN SUAP MK

Neshawati Ngaku Ditemani Ayah Bukan karena Takut

KAMIS, 06 JANUARI 2011 | 11:17 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Putri hakim konstitusi Neshawati Arsyad menolak jika kedatangannya di Komisi Pemerberantasan Korupsi (KPK) yang ditemani langsung ayahnya, Arsyad Sanusi,  dituding karena takut menjalani pemeriksaan tim penyelidik KPK.

"Ya nggak apa-apa, nggak juga (takut)," ujar singkat Neshawati kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta (Kamis, 6/1).

Neshawati yang berprofesi sebagai pengacara itu, mengaku tidak mengetahui dari siapa inisiatifnya sehingga terjadi beberapa kali pertemuan antara dirinya dengan calon Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud.


"Saya gak tau, saya nggak mengundang karena pada dasarnya saya dimintai tolong untuk mempertemukan dengan bapak agar minta penjelasan mengenai duduk perkara putusan kasus pilkada Bengkulu Selatan karena waktu itu dia tidak datang katanya. Dia bilang dia dizolimi oleh pengacaranya," ujar Nesha.

Sebelumnya diberitakan, Nesha pernah mengaku bertemu sebanyak dua kali dengan Dirwan. Nesha mengatakan pertama kali mengenal Dirwan saat datang bersama pamannya, Zaimar, ke apartemen tempat keluarga Arsyad tinggal.

Saat itu, Arsyad sedang tidak berada di rumah. Dirwan dan Zaimar datang bersama Edo, Arif, dan seorang lainnya. Nesha mengaku bertanya maksud kedatangan Dirwan. Waktu itu, ia mengaku perkaranya sudah diputus kalah. Namun, Dirwan mengaku sudah dizolimi dengan putusan MK waktu itu karena sepanjang perkaranya ditangani MK, dirinya tidak pernah dimintai keterangan karena pengacaranya melarang.[yan]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya