Berita

ilustrasi, pelajar sd

Publika

Pak Nuh, Tertibkan Sekolah yang Memeras Murid Dong

RABU, 05 JANUARI 2011 | 03:16 WIB

RMOL. Saya salut dengan kinerja pemerintahan SBY yang menaikkan anggaran pendidikan sebesar 20 persen. Tapi sayang, anggaran pendidikan sebesar itu tidak memberi jaminan biaya sekolah agar lebih terjangkau buat kami rakyat kecil.

Saya bapak dari empat anak. Kebetulan putra kami yang kedua mengenyam pendidikan sekolah menengah di SMP Negeri 110, Petukangan, Jakarta Selatan. Saya merasa terbebani dengan menyekolahkan putra kami di sekolah itu. Sebab, banyak sekali uang yang harus kami keluarkan dengan alasan yang tak masuk akal.

Pada hari besar Idul Adha tahun lalu, oleh pihak sekolah, kami dipaksa mengeluarkan uang sebesar Rp 75 ribu untuk biaya kurban. Pihak sekolah SMP Negeri 110 Petukangan, Jakarta Selatan, mewajibkan muridnya membayar kurban. Besarnya pun bervariasi, untuk kelas 2 SMP sebesar Rp 50 ribu dan kelas 3 Rp 75 ribu per murid.


Tidak hanya itu, para murid khusus di kelas 3 juga dimintai uang Rp 150 ribu untuk pembayaran pendalaman materi setiap bulannya. Padahal, saya pernah menanyakan kepada saudara saya yang anaknya bersekolah di SMP negeri lainnya, tidak ada pembayaran semacam itu.

Penderitaan kami sebagai orangtua murid semakin berat dengan adanya uang buku tahunan sekolah sebesar Rp 160 ribu, khusus untuk kelas 3 dan dibayar sekali. Selain itu, uang perpisahan sebesar Rp 50 ribu per murid dan uang pensiunan gaji guru sebesar Rp 30-45 ribu per murid.

Pak Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh, mohon menegur langsung sekolah SMP Negeri 110 Petukangan, Jakarta Selatan. Kami yakin, uang bayaran itu hanya aturan yang dibuat oleh pihak sekolah, bukan dari Mendiknas atau Dinas Pendidikan setempat.

Kami membuat surat pembaca ini, karena kami tak berani menyampaikan langsung kepada pihak sekolah. Yang kami takutkan, jika kami banyak membantah, akan berimbas kepada anak-anak kami yang sedang bersekolah. Apalagi putra kami saat ini sudah berada di tingkat akhir.
Subowo, Petukangan, Jakarta Selatan 

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya