Berita

Lima Kali Tuntut Joko Diciduk, Pendemo Bantah Dibayar

RABU, 22 DESEMBER 2010 | 13:01 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Dua puluh pemuda dari Gerakan Muda Indonesia, Rabu siang(22/12), melakukan aksi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Kuningan. Masa bergiliran melakukan orasi sambil sesekali meneriakkan "Tangkap dan Adili Menteri PU Djoko Kirmanto".

Menurut GMI, Surat Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto bernomor Ku.03.03-Mn/53 adalah bentuk tindakan korupsi dan kolusi. Melalui surat itu Menteri melakukan penunjukan langsung bagi 16 penyedia jasa konsultan dalam pelaksanaan pendampingan masyarakat lanjutan di wilayah pelayanan program penangulangan kemiskinan di perkotaan (P2KP) tahun 2006. Biaya yang disetujui olehnya RP 91,6 miliar.
 
Koordinator aksi, Rahmat Latuconsina, menolak disebut jika aksi yang dilakukannya sebagai aksi pesanan.


"Kalau ada penilaian masyarakat banyak demo pesanan, banyak yang dibayar, banyak yang ditunggangi  itu wajar-wajar saja. Tapi aksi kita ini aksi berdasarkan data, kajian yang kita punya. Ada konspirasi dibalik penunjukkan langsung menteri," jelasnya kepada Rakyat Merdeka Online, (Rabu, 22/12).

Aksi kali ini merupakan aksi kelima yang dilakukan GMI di gedung KPK. GMI sebut Rahmat, akan terus melakukan aksi selama KPK tidak memeriksa menteri PU Djoko Kirmanto, tiga pejabat Kementrian PU, Iriani Nasution sebagai pejabat yang mengeluarkan anggaran P2KP,  Danny Sutjipto sebagai Kepala Satuan Kerja Nonvertikal Tertentu P2KP, dan Antonius Budiono, Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan.

"Kami akan hentikan aksi jika KPK memeriksa minimal tiga pejabat PU. Atau paling tidak memeriksa 16 perusahaannya.," katanya.[ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya