Berita

johan budi/ist

SUAP DI MK?

Johan: KPK Tidak Bedakan MK dan Refly

RABU, 15 DESEMBER 2010 | 16:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Laporan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, dan hakim konstitusi, Akil Mochtar, Jumat (10/12) kemarin, berbeda substansi dengan laporan eks Tim Invetigasi Independen yang diketuai Refly Harun ke KPK pada hari ini.

"Yang dilaporkan Pak Mahfud dan Pak Akil itu tentang adanya dugaan percobaan suap. Sementara yang dilaporkan hari ini oleh tim investigasi, telah terjadi dugaan pemerasan atau penyuapan," ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/12).

KPK sebut Johan, tidak akan membeda-bedakan laporan kedua pihak dan akan lanjut memverifikasinya.


"Sebagai lembaga hukum, posisi KPK tentunya akan melihat semua informasi. Apakah yang dilaporkan Pak Mahfud dan Pak Akil atau yang disampaikan mantan tim investigasi. Ketika masuk ke KPK yang dilihat adalah apakah ada tindakan korupsinya atau tidak," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Johan juga mengutarakan harapan pihaknya, agar KPK tidak dijadikan sebagai tempat pengaduan perseteruan di MK.

Seperti diketahui, Ketua MK Mahfud MD dan hakim konstitusi Akil Mochtar sudah lebih dulu (pada Jumat, 10/12) membawa hasil laporan tim investigasi ke KPK sesuai rekomendasi dari tim untuk menindaklanjuti temuan ke lembaga yang berwenang.

Namun, selain memberikan hasil laporan tim, Mahfud juga melaporkan Refly Harun yang pernah menjadi kuasa hukum Saragih, Bupati Simalungun JR Saragih.

Sedangkan hari ini, tim investigasi yang diisi Refly Harun, Adnan Buyung Nasution, Bambang Harymurti, Saldi Isra, dan Bambang Widjojanto itu datang hanya untuk menyampaikan hasil laporan temuan Tim Investigasi Independen pada kasus dugaan suap di MK.[ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

UPDATE

Rudi Margono Isi Kursi Jampidsus Menggantikan Febrie Adriansyah

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Pembiayaan Tembus Rp10 T, Laba Bank Mega Syariah Naik 17,56 Persen di Semester I-2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Profil Etik Suryani Bupati Sukoharjo yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:20

Ini Alasan KPK Batal Ikut Konferensi Pers Polda soal Perkara yang Menyeret Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:04

Jakarta Jadi Kota Termahal ke-21 di Dunia pada 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:42

Inggris Siapkan Bonus Fantastis Jika Juara Piala Dunia 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:37

Saham SK Hynix Melonjak 13 Persen Saat Debut di Nasdaq

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:31

Komisi III DPR Soroti Kasus Korupsi Batu Bara dan Isu Mundurnya Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:16

Biarkan Kortas Polri Usut Dugaan TPPU Jampidsus Tanpa Intervensi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:00

Jumlah Investor BBTN Kembali Melonjak per Juni 2026, Akhiri Tren Penurunan Dua Bulan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:51

Selengkapnya