Berita

DPR dan Pemerintah Lumpuhkan KPK dengan Politik Anggaran

SELASA, 14 DESEMBER 2010 | 13:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. DPR dan pemerintah sengaja melumpuhkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui politik anggaran.

Alokasi anggaran KPK dipangkas besar-besaran. Untuk melakukan pemberantasan korupsi, mulai dari tindakan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan kasus korupsi, KPK hanya diberi alokasi anggaran Rp 19 miliar untuk tahun 2011. Berarti, turun Rp 7 miliar dari tahun 2010.

Demikian disampaikan Sekjend Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, Ucok Sky Khadafi, kepada wartawan di Bakoel Cafe, Cikini, Jakarta (Selasa, 14/12).


"Kita tidak bisa menaruh harapan kepada KPK. Kerja pemberantasan korupsi tidak akan maksimal. Sama seperti LSM, KPK hanya akan menjadi gerakan moral saja," ujar Ucok.

Menurut Ucok, pemberantasan korupsi oleh KPK tidak akan efektif karena anggaran Rp 19 miliar hanya bisa digunakan untuk 40 kasus korupsi saja. Padahal, kata Ucok, tantangan pemberantasan korupsi pada tahun 2011 akan semakin besar dan semakin tinggi.

"Harusnya anggaran KPK minimal Rp 1 triliun. Sebab selain di pusat, kasus korupsi di provinsi dan di kabupaten juga banyak yang harus dibongkar. Kalau diberi anggaran Rp 1 triliun, KPK bisa membongkar 200-an kasus. Ini akan efektif dan akan cukup memberi efek jera bagi koruptor," jelas Ucok.[yan]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya