Berita

patrialis akbar/ist

Pemerintah Masih Jajaki Perjanjian Ekstradisi dengan Australia

RABU, 08 DESEMBER 2010 | 23:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pemerintah Indonesia saat ini tengah menjajaki kemungkinan melakukan perjanjian ekstradisi atau pertukaran tahanan dengan pemerintah Australia.

"Sudah ada pembicaraan, rencana awal dengan Mendagri dan Keimigrasian Australia. Kita akan bicarakan soal transfer of person, bagaimana kita saling tukar tahanan," ujar Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar di kantornya, Jalan Rasuna Said Jakarta Selatan (Rabu, 8/12).

Ia mengatakan, dalam waktu dekat perwakilan pemerintah Australia akan berkunjung ke Indonesia untuk membicarakan hal tersebut. Menurutnya, persoalan ekstradisi dengan Australia sudah sering dibicarakan, namun sampai saat ini belum menemukan kata sepakat karena adanya perbedaan hukum antar kedua negara.


"Sistem hukum di Australia berbeda dengan hukum kita. Di sana hukumnya masih didominasi oleh Yudikatif," jelas Patrialis.

Sebelumnya, pemerintah Australia mendesak Indonesia, agar segera membuat perjanjian ekstradisi antar kedua negara, terkait penahanan beberapa warga Australia yang terlibat masalah hukum di Indonesia.

Permintaan tersebut disampaikan Perdana Menteri Australia Julia Gillard dalam pertemuan tertutup dengan pimpinan MPR, DPR dan DPD. Gillard mengakui permintaan pembuatan perjanjian ekstradisi resmi pemerintah Australia itu, karena beberapa warga negara Negeri Kanguru itu saat ini ditahan di beberapa penjara di Indonesia.(wah)


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya