Berita

Mendagri Sebut Pernyataan Presiden Disalahartikan

RABU, 01 DESEMBER 2010 | 13:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membantah anggapan, bahwa pernyataan Presiden terkait RUU Keistimewaan Jogjakarta untuk melakukan respons masyarakat tentang RUU yang sedang digodok.  

"Tidak. Itu sebenarnya suatu peristiwa biasa karena presiden menjelaskan dimulainya rapat. Kemudian ditafsirkan lebih luas lagi. Sebenarnya ini sebuah proses biasa, proses pembuatan RUU, yang kemudian ditafsirkan lebih luas. Sebenarnya tidak ada sesuatu yang istimewa," ujar Gamawan di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (1/12).

Ia mengatakan, ada misinterpretasi atas ucapan Presiden. Padahal, Presiden menegaskan harus memperhatikan beberapa aspek untuk menetapkan keistimewaan Jogja.


"Kata beliau, ini ada monarki, ada nilai demokrasi, dan ada juga nilai konstitusi yang harus dipertimbangkan secara keseluruhan di dalam perumusan undang-undang baru ini," jelasnya.

Ia sayangkan, porsi penafsiran atas penjelasan Presiden tidak berimbang.

"Penafsiran monarki yang diperbesar, tidak dilihat value demokrasi. Tidak melihat juga konstitusi. Ini kan suatu kesatuan yang harus dipertimbangkan secara utuh," tegasnya.[ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya