Berita

Nunun Nurbaiti/ist

MIRANDAGATE

Panda Nababan Tak Mau Diperiksa Sebelum Status Nunun Jelas

SELASA, 30 NOVEMBER 2010 | 12:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Hari ini (Selasa, 30/11) anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan mestinya diperiksa KPK sebagai tersangka dalam suap pemilihan Deputi Senior Bank Indonesia Miranda S Gultom pada 2004 lalu.

Namun, Panda Nababan tidak mau diperiksa KPK. Karena itu usai keluar dari gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan, dia kembali mengatakan, kedatangannya ini hanya memberikan surat dari Fraksi PDI Perjuangan kepada KPK terkait penanganan kasus suap itu.

Dalam surat itu, PDI Perjuangan mempertanyakan status pemberi chek perjalanan kepada mantan anggota Komisi IX DPR yang saat ini belum juga diperiksa KPK, yaitu Nunun Nurbaiti.


Selain itu, masih kata Panda Nababan, dia meminta KPK untuk menunggu hasil pemeriksaan Mahkamah Agung terhadap lima hakim tindak pidana korupsi yang diadukan beberapa waktu lalu. Setelah ada hasil pemeriksaan, barulah Panda Nababan mau diperiksa kembali.

Seperti dikatakan pengacaranya, Patra M Zein, berkas vonis untuk terpidana kasus yang sama, Dudhi Makmun Morud, lima hakim itu melakukan manifulasi fakta dan data hukum dalam persidangan yang merugikan dan menzalimi Panda Nababan.

Dalam putusan vonis itu disebutkan, ada cek dari Panda Nababan senilai Rp 500 juta yang masuk ke rekening Fraksi PDI Perjuangan. Selain itu, disebutkan Dudhie, Panda Nababan adalah koordinator pemenangan Miranda Gultom.

Di putusan yang sama, Panda Nababan juga disebutkan telah memerintahkan Dudhie untuk mengambil cek perjalanan di restoran Bebek Bali. Panda menilai putusan tersebut diambil tidak berdasarkan fakta yang sebenarnya. [zul]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya