Berita

ilustrasi

Publika

Mark Up Tarif Parkir Bisa Terjadi Dimana Saja

SABTU, 27 NOVEMBER 2010 | 05:41 WIB

RMOL. Kerawanan tindak mark up tarif parkir oleh petugas penjaga loket parkir bisa terjadi dimana saja. Termasuk di Mega Mall Bekasi. Saya pernah mengalami hal itu. Penjaga loket pembayaran di mall tersebut mencoba menarik pembayaran lebih dari yang seharusnya saya bayar.

Waktu itu, saya bersama teman nonton film di XXI mall tersebut. Seingat saya, saya memasuki tempat parkir sekitar 17.40 (menjelang Magrib). Usai nonton saya langsung pulang. Saya hendak keluar dari lokasi parkir sekitar pukul 19.50-an. Tapi, ketika saya mau membayar parkir di loket keluar dengan menunjukkan struk parkir ke penjaga loket, tiba-tiba sambil berlagak mengetik, si penjaga loket langsung menyebutkan tarif yang mesti saya bayar sebesar Rp 4.000.

Karena penasaran, saya pun meminta balik struk yang saya berikan tadi. Namun, sambil memasang muka seolah tak bersalah, penjaga loket itu menjawab, “Bukan Rp 4.000, Mas, tapi Rp 3.000.”


Saya pun mencoba meyakinkan ucapan si penjaga loket, “Yang bener Mas. Rp 4.000 atau Rp 3.000?,” tanya saya dengan nada kesal. Usai kejadian, saya sebenarnya berencana mengadukan hal tersebut ke atasannya. Tapi, karena antrian di belakang sudah panjang, saya mengurungkan niat tadi. Saya sebenarnya nggak mempermasalahkan berapa pun nominal tarif parkir yang mesti saya bayar. Asal tarif sesuai peraturan yang berlaku.

Sebab, kalau dihitung-hitung, berapa ratus motor yang parkir disitu setiap harinya? Dan berapa keuntungan si penjaga loket jika tiap unit kendaraan dimintai tarif Rp 1000 lebih besar dari tarif seharusnya? Pasti keuntungn yang dipetik akan sangat melimpah.

Saya minta pihak terkait manapun segera melakukan tindakan tegas terkait modus mark up tarif parkir ini. Sehingga semuanya enak dengan tidak ada pihak manapun yang dirugikan. Terimakasih.

Danu, 08138833xxx

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya