Berita

Bisnis

JK: Kemapanan Ekonomi Tidak Dicapai Hanya dengan Afirmative Action Saja

KAMIS, 25 NOVEMBER 2010 | 23:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) menggelar Musyawarah Nasional (Munas).

Bertempat di Hotel Sari Pan Pacifik Jakarta, munas dibuka oleh pengusaha pribumi sekaligus mantan wakil presiden Jusuf Kalla, Kamis malam (25/11).

Mengangat tema "Pemantapan Peranan Hippi, Mendukung Pertumbuhan Nasional", munas rencananya akan berlangsung sampai 28 November besok. Salah satu agenda terpenting dalam munas kali ini, selain akan membuat rekomendasi-rekomendasi kepada pemerintah, adalah memilih ketua umum Hippi baru, menggantikan ketua umum lama, Suryo B Sulisto yang saat ini menjadi Ketua Kadin Indonesia.


Jusuf Kalla, dalam sambutannya menyampaikan, ekonomi suatu bangsa tidak mungkin dicapai hanya dengan afirmative action saja.

"Perlu ada kerja-kerja yang konkrit. Meskipun aturan (undang-undang)nya setumpuk, tapi jika semangatnya bermalas-malasan tetap saja ekonomi negaranya akan tertinggal.," kata JK.

Ditempat yang sama, Suryo B Sulisto menegaskan jika istilah pribumi dalam Hippi bukanlah mengartikan anti non pribumi.  Hippi bukanlah organisasi pengusaha yang rasialis, melainkan organsiasi pengusaha pribumi yang menghimpun para pengusaha warga Indonesia yang memiliki idealisme dan berjiwa patriotik memperjuangkan kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia.

Sementara itu, Wakil ketua Hippi bidang Agribisnis, Drs Yockie M Hutagalung, mengatakan, Hippi akan menjadi mitra pemerintah yang utama. Mampu mendorong dan ikut membantu pencapaian agenda-agenda pembangunan nasional.

"Hippi harus menciptakan ekonomi kreatif atau ekonomi berdaya saing tinggi. Memberdayakan pengusaha-pengusaha daerah, khususnya UKM," ujar Yockie yang juga kandidat calon ketua umum Hippi ini. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya