Berita

Publika

Telkomsel Maling Pulsa?

RABU, 10 NOVEMBER 2010 | 14:19 WIB

RMOL. Jika teknologi belum mampu memelihara teknologi, lebih baik tidak usah dipasarkan karena hanya merugikan pelanggan dengan jebakan teknologinya.

Kejadian ini terjadi pada saya sendiri yang terbujuk rayu oleh teknologinya Telkomsel, untuk kartu Flash Unlimited nomor 081284993xxx yang saya pakai pada modem untuk hubungan internet dalam pekerjaan.

Dan pada saat ini saya merasa sangat dirugikan sekali oleh Telkomsel baik uang, pikiran, waktu, tenaga dan kesempatan yang hilang akibat kesewenang-wenang Telkomsel yang saya anggap sebagai perampok pulsa.


Saya harapkan kejadian ini tidak terjadi lagi pada pelanggan lain juga dan saya imbau mari para pelanggan TELKOMSEL untuk melihat pemakaian pulsa anda “jangan sampai dirampok dan dimaling oleh TELKOMSEL”.

Jika anda juga dirugikan oleh TELKOMSEL mari kita pindah ke operator lain yang lebih baik. Kronologis kejadian perampokan berencana oleh Telkomsel sebagai berikut :

Akibat bujukan dan hasutan pegawai Grapari Tlkomsel Bogor saya membeli Paket Flash Unlimited tanggal 2 Agustus 2010 selama 30 hari dan otomatis diperpanjang, dan diaktifkan oleh pegawai TELKOMSEL dan mulai aktif tanggal 3 Agustus. Selama dua bulan kedepan tidak terjadi masalah.

1. 29/10/2010 pukul 05:00:42, SMS dari 3636: Paket TSELFlash Rp 100.000 anda berakhir tanggal 31/10/2010 paket akan otomatis di perpanjang.

2. 31/10/2010 pukul 07:20:49, SMS dari 3636: Terimakasih telah melakukan pengisian ulang dengan SN1100023245881 senilai Rp 100.000.

3. 31/10/2010 pukul 07:20:44, SMS dari 3636: Maaf pulsa anda tidak cukup melakukan pembelian paket Flash Unlimited yang anda pilih silahkan isi pulsa anda.

4. 31/10/2010 teken *888# sisa Pulsa Rp 402.

5. 31/10/2010 hubungi 111, terdengar data tidak dapat di buka tunggu tiga hari.

6. 1/11/2010 111 (tiga kali telepon) Proxynya ditukar ke lokasi USB lainnya. Dipancing dengan handphone pak (semuanya saya lakukan)

7. 1/11/2010 111 (tiga kali telepon), diminta untuk isi ulang Rp 5000 (telah dilakukan), cek pulsa *888# sisa pulsa Rp 502. Diterima Ibu Refi yang menjanjikan akan dilaporkan kelayanan pelanggan untuk refund, paling lama tiga hari dan akan diberi tahu via no hp lain yang diberikan saya.

8. 4/11/2010 di GRAPARI Bogor, dilayani oleh Saudari Tantri. Pemasalahan dijelaskan dan notifikasi dari 3636 sudah diperlihatkan di notebook saya pada beliau kemudian dibuatkan laporan tertulis. Lalu diminta tunggu paling lama 7 hari nanti diberitahukan via telp lain refund-nya.

8. 10/11/2010 hubungi 111, diterima oleh Saudari Nila: Dinyatakan Pulsa kena GPRS biasa dan tidak bisa dikembalikan.

Pada bungkus paket Flash Unlimited tentang masa berlaku sangat jelas tertulis : masa berlaku Flash Unlimited adalah 12 bulan. 12 bulan untuk masa aktif dan 30 hari untuk masa tenggang isi ulang pulsa.

Kondisi lain: masa Flash Unlimited belum berakhir tanggal 31-10-2010, dan pada pagi hari saya sudah isi ulang pulsa Rp 10.000, dan masanya masih berlaku.

Kejadian perampokan dan pencurian pulsa ini demikian, telah sangat merugikan saya sebagai pelanggan, karena hubungan internet saya terganggu sehingga beberapa kesempatan telah hilang akibat ulah TELKOMSEL.

Saya harapkan kepada otoritas Depkominfo, YLKI, Meneg BUMN bahkan presiden untuk menindak baik secara pidana dan perdata ketidakprofesionalan manajemen TELKOMSEL ini.

M. Rahman, MM
Data Pelapor ada pada Redaksi

Pelapor siap di konfrontasi dengan TELKOMSEL

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya