Berita

Mas Achmad Daniri/ist

IPO KS

Ketua Tim Evaluasi: IPO KS Kisruh Karena Kurang Sosialisasi dan Edukasi

RABU, 10 NOVEMBER 2010 | 12:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Ada dua hal kenapa rencana penawaran saham perdana PT Kratau Steel atau initial public offering menuai perdebatan pro kontra di tengah masyarakat.

Dua hal itu disampaikan Ketua Tim Evaluasi Independen Pelaksanaan Privatisasi PT Krakatau Steel (KS) Mas Achmad Daniri kepada Rakyat Merdeka Online. Yaitu, kurangnya sosialisasi dan proses edukasi mengenai proses IPO sebuah Badan Usaha Milik Negara kepada masyarakat.

"Pertama, sosialisasi kepada masyarakat, apa bukti bookbuilding itu. Apa IPO itu, apakah sama dengan menjual aset negara," jelasnya.


Dia kemudian menjelaskan mekanisme proses IPO PT KS. Katanya, PT KS menawarkan 20 persen sahamnya. 20 persen saham itu akan dibagi 65 persen untuk investor lokal dan 35 persen sisanya untuk investor asing.

"Dari sudut pengendalian, pemerintah tetap memiliki saham terbesar di PT KS. Kalau dipahami dari hitungan itu, itu sebenarnya bukan menjual aset negara. Tapi hanya sebatas mencari dana untuk digunakan ekspansi perusahaan," terang Ahmad Daniri.

Kedua, tentang pentingnya edukasi. Masih kata Daniri, masyarakat harus diberikan pemahaman tentang keseimbangan distrubusi saham kepada para pembeli. Harus dijelaskan kepada publik, bagaimana caranya agar meminimalisir peluang investor tiruan memborong saham KS.

"Lalu juga tidak mengarah pada spekulasi. Misalnya, substrike sampai dua kali membeli saham di pasar primer dan pasar sekunder," imbuh Achmad Daniri.

Sosialisiasi dan edukasi ini, katanya berkesimpulan, penting dilakukan oleh pemeirntah saat suatu BUMN, akan di-IPO-kan. "Supaya (IPO) ini tidak menyesatkan," tegasnya. [zul]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya