Berita

Didi Irawady Syamsuddin/ist

Publika

Penunggak Pajak Besar, Ingatlah Penderitaan Para Korban Bencana!!

MINGGU, 07 NOVEMBER 2010 | 23:02 WIB

RMOL. IBU PERTIWI sungguh sedang duka, bencana datang bertubi-tubi mulai Wasior, Mentawai, hingga letusan Merapi yg kita semua tidak akan pernah tahu kapan amuk Merapi ini berakhirnya.

Korban nyawapun berjatuhan, rumah luluh lantak, hewan ternak yang mungkin juga sebagai harta terakhirpun telah kaku tidak bernyawa.

Wajah duka, frustasi, tanpa harapan, pada anak-anak yang telah kehilangan orang tua, dan sederet pemandangan sedih lainnya terlihat dimana-mana. Disaat negeri ini sedang duka dan luka, ternyata masih ada sederet pengusaha-pengusaha besar yang tidak peduli akan kewajibannya untuk bayar pajak.


Padahal kita semua sudah tahu dan sepakat, bahwa pajak adalah urat nadi ekonomi bangsa. Bukan saja pajak itu semata untuk biaya pembangunan, tetapi juga untuk mengentaskan kemiskinan. Dan pada saat negeri dilanda bencana, sungguh uang pembayaran pajak akan sangat berarti untuk menolong para saudara-saudara kita tersebut.

Dari data Ditjend pajak, pajak yang tertunda maupun berindikasi tindak pidana pajak, jumlahnya sangat fantastis, megatriliun. Kita berharap para penunggak pajak kelas kakap untuk bisa tergugah dan tersentuh hatinya untuk segera tersadar dan menghentikan segala penundaan, apalagi menutupi segala perilaku yang beraroma manipulasi dan sebagainya.

Bencana telah menambah deretan orang miskin di negeri ini, yang artinya juga potensi bertambahnya kesenjangan sosial. Jangan sampai kesenjangan sosial berubah menjadi antipati yang berujung pada perlawanan terhadap ketidak-adilan. Penunggak pajak kakap tentu berkontribusi pada terjadinya kesenjangan sosial dan potensi terjadinya ketidak-adilan, langsung maupun tidak langsung!!

Oleh karenanya wahai penunggak besar, bayarlah segera pajak anda, ini juga sekaligus sebagai uluran tangan bagi para saudara kita yang menderita.

Didi Irawadi Syamsuddin,
Ketua DPP Partai Demokrat Departemen
Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum,
Anggota Komisi III DPR

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya