Berita

presiden sby/ist

Inilah Bencana Terbesar yang Diperbuat SBY

MINGGU, 07 NOVEMBER 2010 | 18:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Bencana terbesar yang dilakukan Presiden SBY adalah membiarkan terjadinya penggadaian kedaulatan negara kepada pihak neo kolonialisme dan imperialisme.

Demikian penilaian koordinator Petisi 28, Haris Rusli Moti di sela-sela diskusi peluncuran buku berjudul "SBY Harus Mundur" di Doekoen Cafe, Pancoran, Jakarta, Minggu (7/11).

"SBY itu neokolim. Dia (SBY) membuka lebar bagi undang-undang yang pro neokolim," lantang Haris.


Jika SBY bukan neokolim maka jalan pertama yang akan ditempuh SBY adalah sejak pertama kali dilantik, dia akan mengeluarkan dekrit kembali kepada Undang-undang Dasar 1945 sebelum diamandemen.

Menurut mantan aktivis mahasiswa 1998 tersebut, saat ini banyak UU perekonomian seperti Bank Indonesia, hak pengelolaan hutan, pertambangan hingga sumber daya air sangat pro neokolim.

"Seharusnya SBY men-delete semua undang-undang itu," tambahnya.

Karena itulah, menurut Haris lagi, SBY harus mengundurkan diri sebelum negara hancur. Tidak ada alasan bagi SBY untuk tidak mengundurkan diri.

"Jangan korbankan citra rakyat untuk citra pribadi padahal rakyat menderita karena nekolim," katanya. [wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya