Berita

obama/ist

Publika

Watak Penjajah Tak Pernah Lepas Dari Amerika

SABTU, 06 NOVEMBER 2010 | 18:49 WIB

RMOL. Nampaknya kemitraan komprehensif AS-Indonesia bakal terwujud. Rencananya Obama akan datang ke Indonesia dan meresmikan kerjasama ini.

Hubungan AS-Indonesia kian akrab ditangan SBY dan Obama. Kedua negara sepakat membentuk komisi bersama guna memperluas, memperdalam dan meningkatkan hubungan bilateral.

Jauh hari, Hillary Clinton, pada lawatan pertama sebagai Menlu AS ke Indonesia, mengatakan, Indonesia masuk menjadi prioritas untuk kawasan Asia Pasifik.


Selama di Indonesia (18-19 Februari 2009), istri mantan presiden Bill Clinton ini bertemu dengan pejabat kementerian luar negeri RI.

Hillary mengenalkan pentingnya kemitraan strategis AS-Indonesia. Menurutnya, Indonesia adalah negara yang penting bagi AS sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak didunia.

AS merasa penting untuk merangkul Indonesia lebih awal.

Benih hubungan ini dimulai dalam pertemuan kedua kepala negara di Singapura tahun lalu. Langkah ini disusul saat kedua presiden menghadiri KTT  G-20 di Toronto, Juni 2010.

Arah hubungan bilateral bergeser kepada bentuk yang lebih luas dengan titel kemitraan komprehensif AS-Indonesia.

Pejabat Indonesia cukup respek terhadap hubungan ini. Menlu RI (saat itu Hasan Wirajuda) juga menggaris bawahi pernyataan Deplu AS akan pentingnya Indonesia bagi AS.

"Sepanjang RI-AS menjunjung  tinggi nilai-nilai hak asasi manusia, demokrasi dan pluralisme, ada cukup alasan untuk mengeratkan hubungan billateral " katanya saat itu, 7 Februari 2009.

Gedung putih sendiri, melalui kantor juru bicaranya mengatakan, kerjasama  komprehensif AS-Indonesia adalah sebuah kemitraan jangka panjang dari Presiden Obama dan Presiden Yudhoyono untuk memperluas, memperdalam dan meningkatkan kerjasama bilateral antara Amerika Serikat dan Indonesia. Kerjasama ini menggaris bawahi kepentingan global dari meningkatnya kerjasama antara negara demokratis kedua dan ketiga terbesar didunia.

Manfaat-manfaat besar yang dapat diperoleh dari kerjasama di bidang ekonomi dan pembangunan, serta pentingnya memupuk pertukaran dan pengertian antara kedua negara dengan penduduk yang paling beragam di dunia.

Apa yang terjadi itu juga tak lepas dari peran penting Dinopatidjalal (Dubes Indonesia untuk AS) dalam laporan tahunan ke Menlu RI, secara tegas disebutkan posisi AS sebagai sahabat, bahkan lebih dari sahabat.

AS yang merupakan kekuatan utama dunia, penting bagi indonesia dari sudut politik, keamanan internasional dan ekonomi. Misal, dibidang kerjasama keamanan kedua negara memanfaatkan dua forum untuk membicarakan masalah keamanan, yaitu melalui Indonesia-AS Security Dialogue (IUSSD) dan Bilateral Defence Dialogue (BDD) kerjasama Counter-Terrorism RI-AS berjalan dengan baik, pemerintah AS terus menaruh perhatian terhadap peran Indonesia di kawasan dalam memerangi terorisme. Oleh karena itu, AS meningkatkan bantuan, khususnya dalam capacity building Kepolisian RI sehingga upaya membongkar jaringan teroris di Indonesia, menghukum para pelaku, dan mencegah terjadinya aksi teroris dikemudian hari terus menunjukkan hasil.

Di bidang hubungan ekonomi, AS merupakan salah satu pasar utama bagi ekspor Indonesia.

Ini semua adalah sikap dasar Polugri (politik luar negeri) RI memandang dan menempatkan AS. Disisi lain, AS akan memposisikan Indonesia menjadi ruang terbuka basis dari kepentingan kapitalis Amerika.

Jelas dari semua hal tersebut, Amerika ingin menancapkan kuku-kukunya lebih dalam lagi ke Indonesia. Watak penjajah tak pernah lepas dari Amerika Serikat.

Akankah kita sebagai bangsa negeri ini tetap membiarkan penjajah Amerika Serikat mengobok-obok Indonesia? 

Maharani Cahyaningtyas
dokter muda Universitas Hang Tuah Surabaya
dym175@gmail.com

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya