Berita

Publika

BNI Cirebon Rugikan Nasabah

SENIN, 01 NOVEMBER 2010 | 07:01 WIB

RMOL. Pada Jumat, 1 Oktober lalu, ke­luarga saya atas nama Usnaini, de­ngan alamat Desa Babakan, Blok Kasab, Kecamatan Cirebon Wa­ringin, Cirebon (Jabar) meng­alami masalah saat mengambil uang di anjungan tunai mandiri (ATM). Yang bersangkutan adalah nasabah Taplus BNI Unit Tegal Wangi Cirebon.

Pada Jumat (1/10) itu, Usnaini ingin meng­ambil uangnya melalui ATM. Pe­ngambilan pertama se­besar Rp 1.200.000, setelah kartu PIN ATM dimasukkan, uang ke­luar. Begitu juga saat pengam­bilan kedua de­ngan nilai yang sama.

Tetapi pada pengambilan yang ketiga kalinya masih dengan nilai yang sama, uangnya malah tidak keluar. Padahal, resi struk atau saldo akhir uang sudah keluar. Sebagai orang desa, dia bi­ngung dan panik. Di layar ATM tertulis, “Maaf, mesin ATM tidak bisa dipergunakan.”


Merasa sangat dirugikan atas kejadian itu, dia pun memanggil Sat­pam yang bertugas saat itu. Oleh Satpam dia disuruh lapor ke dalam (kantor). Di kantor, dia men­ceritakan kejadian di ATM ter­sebut. Tetapi dari petugas di da­lam, hanya memberikan penje­lasan yang sangat mengece­wa­kannya. Dikatakan oleh petugas bank, mereka bekerja berdasar­kan data, dan uang dinyatakan tertera sudah keluar. “Kalau ku­rang puas atas penjelasan kami, silakan melapor ke Bank BNI Ca­bang Cangkol di Kota Cirebon,” kata petugas saat itu.

Merasa tidak mengambil uang karena uangnya tidak mau keluar, apalagi di layar komputer tertulis kemudian mesin ATM tidak bisa dipergunakan, sesuai anjuran pe­tugas Bank BNI Unit Tegal Wa­ngi, hari itu juga dia pergi ke Kota Cirebon. Sesampainya di Bank BNI Cabang Cangkol Cirebon (Ja­bar), dia pun menceritakan keja­dian di mesin ATM Tegal Wangi yang rusak itu.

Dia kemudian diminta menung­gu beberapa hari lagi dan akan dihubungi melalui tele­pon. Pada Rabu, 6 Oktober 2010 sekitar jam 16.00, dia mendapat telepon dari petugas bank yang pernah dia hubungi. Dalam pem­bicaraan telepon dikatakan oleh petugas tersebut, pihak bank tidak bisa mengganti kerugian, karena me­reka bekerja berdasarkan data.

Saya, selaku keluarga saudara Usnaini, kemudian menghubungi petugas bank via telepon untuk kon­firmasi. Oleh petugas bank yang bernama Ulfah (bagian ATM) dijelaskan, waktu kejadian mengapa yang bersangkutan meninggalkan tempat. Seharus­nya dia harus menunggu dulu, mung­kin nanti uangnya keluar. Pa­dahal, ketika Usnaini mening­galkan ATM adalah untuk melapor ke dalam, sesuai anjuran Satpam.

Dikatakan juga oleh Ulfah, mungkin pada saat ia tidak ada di ruangan ATM, masuk orang lain. Tetapi menurut saya, bukankah bi­sa dilihat melalui kamera CCTV? Kesimpulan saya seme­ntara, ke­terangan yang dibe­rikan pihak bank tidak profesional, seolah mereka tidak mau tahu, tentang awamnya para nasabah. Tidak mau bertanggung jawab tentang  kerusa­kan teknis di mesin ATM. Akhirnya nasabah dirugikan  Rp 1.200.000.

A Walid Muhammad, Jalan Kejaksaan 207 Pangkalpinang

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya