Berita

Publika

Kekerasan Berlanjut Karena OPM Tak Rela Papua Dalam Wadah NKRI

JUMAT, 29 OKTOBER 2010 | 23:29 WIB

RMOL. Catatan panjang kasus kekerasan di Papua sampai saat ini masih berlanjut. Harus kita akui, akar permasalahan tindak kekerasan yang berkepanjangan di Papua karena pihak OPM tidak rela Papua tetap dalam bingkai NKRI.

Disisi lain, TNI dan Polri tidak memberi ruang bagi OPM untuk terus berjuang mencapai cita-citanya, memisahkan Papua dari NKRI.

Sebagai warga masyarakat yang peduli terhadap perdamaian dan kesejahteraan rakyat Papua, kita harus mendesak pihak OPM untuk segera sadar dan menyerahkan senjatanya kepada aparat keamanan.


Selain itu, agar Papua tidak terus dilanda konflik dan lepas dari NKRI seperti Timor Timur, maka Presiden selaku panglima tertinggi angkatan bersenjata, diharapkan segera mengeluarkan keputusan politik mengenai pengelolaan keamanan di Papua.

Keterlibatan dan pengerahan personil TNI merupakan kewenangan Presiden sesuai UU Pertahanan Negara. Termasuk perbantuan pasukan TNI ke Polri untuk misi operasi militer selain perang.

Sementara kepada Gubernur Papua Barnabas Suebu untuk segera melakukan respon cepat terhadap semakin buruknya kondisi keamanan di Papua. Sesuai kewenangannya dalam UU Pertahanan Negara, bahwa dalam keadaan damai, maka pemerintah daerah memegang kendali keamanan teritorialnya.

Harapan kita semua, hendaknya Pemerintah Papua dan segenap masyarakat Papua serta lebih khusus pihak OPM untuk segera sadar dan bahu membahu dengan aparat keamanan menjaga perdamaian di Papua, karena menjaga perdamaian adalah juga kepentingan yang lebih besar bagi kemanusiaan.

Syarifudin
Jl. Damai No. 100
Kramat Jati, Jaktim
syarifudin@yahoo.com

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya