RMOL. Saya adalah nasabah bank PerÂmata Syariah. Selasa, 19 Oktober lalu, saya mengajukan permoÂhoÂnan print-out rekening koran saya hingga enam bulan ke belakang. Ternyata, saya harus menunggu hingga Senin, 25 Oktober. TeoÂrinya memang lima hari kerja. Tapi kan praktiknya, saya harus meÂnunggu selama tujuh hari alias satu minggu penuh!
Saya sangat menyayangkan hal ini. Di satu sisi, ini mungkin meÂnguntungkan pihak bank, kareÂna “tidak boros†dengan tidak haÂrus mengeluarkan buku tabungan model konvensional seperti yang hingga kini masih diterapkan seÂjumlah bank lainnya. Tapi di sisi lain, khususnya pada kasus seÂperti yang saya alami ini, ketika butuh print out rekaman transaksi, saya harus menunggu selama seÂkiÂtar satu minggu. Saya tentu tak punya pilihan, meski saya seÂbenarnya perlu cepat.
Memang, pihak bank menyaÂtakan, bila permintaan saya haÂnya untuk tiga bulan ke belakang, saya sebenarnya bisa menunggu hari itu juga. Tapi untuk enam buÂlan, petugas bank menyatakan, meÂreka harus memintanya ke kanÂtor pusat. “Sistem yang tadiÂnya dibangun dengan niat praktis, kok berujung malah jadi tidak prakÂtis gini ya?†saya cuma bisa membatin.
Tulisan ini saya buat, semata-mata untuk memberikan masukan agar Bank Permata bisa berkomÂpetisi dalam memberikan kemuÂdahan layanan bagi
customer-nya seperti juga bank-bank lainnya. Soalnya, dengan model buku taÂbungan konvensional bank lain,
cusÂtomer tentu tak perlu menungÂgu selama ini, bahkan tak perlu meminta ke bank bersangkutan bila perlu mengkopi rekaman tranÂsÂaksi. Cukup dengan difotokopi saja, selesai.
Belum lagi, saat saya akan meÂngÂajukan permohonan, saya haÂrus menunggu antrian, karena keÂbetulan petugas bank saat itu seÂdang melayani
customer lain. WalÂhasil, saya harus menghabÂiskan sekitar satu jam, hanya untuk mendapatkan layanan yang saya butuhkan.
Westing time, menurut saya. Semoga tulisan ini bisa menjadi masukan positif. Terimakasih.
Muhammad Rusmadi, Pamulang, Tangerang Selatan, mrusmadi@yahoo.com