Berita

Publika

Bank Permata Nggak Praktis Nih

RABU, 27 OKTOBER 2010 | 06:49 WIB

RMOL. Saya adalah nasabah bank Per­mata Syariah. Selasa, 19 Oktober lalu, saya mengajukan permo­ho­nan print-out rekening koran saya hingga enam bulan ke belakang. Ternyata, saya harus menunggu hingga Senin, 25 Oktober. Teo­rinya memang lima hari kerja. Tapi kan praktiknya, saya harus me­nunggu selama tujuh hari alias satu minggu penuh!

Saya sangat menyayangkan hal ini. Di satu sisi, ini mungkin me­nguntungkan pihak bank, kare­na “tidak boros” dengan tidak ha­rus mengeluarkan buku tabungan model konvensional seperti yang hingga kini masih diterapkan se­jumlah bank lainnya. Tapi di sisi lain, khususnya pada kasus se­perti yang saya alami ini, ketika butuh print out rekaman transaksi, saya harus menunggu selama se­ki­tar satu minggu. Saya tentu tak punya pilihan, meski saya se­benarnya perlu cepat.

Memang, pihak bank menya­takan, bila permintaan saya ha­nya untuk tiga bulan ke belakang, saya sebenarnya bisa menunggu hari itu juga. Tapi untuk enam bu­lan, petugas bank menyatakan, me­reka harus memintanya ke kan­tor pusat. “Sistem yang tadi­nya dibangun dengan niat praktis, kok berujung malah jadi tidak prak­tis gini ya?” saya cuma bisa membatin.         


Tulisan ini saya buat, semata-mata untuk memberikan masukan agar Bank Permata bisa berkom­petisi dalam memberikan kemu­dahan layanan bagi customer-nya seperti juga bank-bank lainnya. Soalnya, dengan model buku ta­bungan konvensional bank lain, cus­tomer tentu tak perlu menung­gu selama ini, bahkan tak perlu meminta ke bank bersangkutan bila perlu mengkopi rekaman tran­s­aksi. Cukup dengan difotokopi saja, selesai.     

Belum lagi, saat saya akan me­ng­ajukan permohonan, saya ha­rus menunggu antrian, karena ke­betulan petugas bank saat itu se­dang melayani customer lain. Wal­hasil, saya harus menghab­iskan sekitar satu jam, hanya untuk mendapatkan layanan yang saya butuhkan. Westing time, menurut saya. Semoga tulisan ini bisa menjadi masukan positif. Terimakasih.

Muhammad Rusmadi, Pamulang, Tangerang Selatan, mrusmadi@yahoo.com  

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya