Berita

Blitz

Sunan Kalijaga Bantah Hamili Jennifer Dunn

MINGGU, 24 OKTOBER 2010 | 08:23 WIB

RMOL. Foto Jennifer Dunn bersama Sunan Kalijaga tengah menggendong bayi beredar. Sunan, pengacara yang pernah menjadi kuasa hukum Jennifer Dunn saat pesinetron muda itu tertimpa kasus narkoba, pun menggelar jumpa pers mengklarifikasi ihwal foto tersebut.

"Saya ingin mengklarifikasi berita yang menyudutkan saya. Bahwa ada kabar kalau saya mempunyai anak dari hasil hubungan saya dengan Jenni (Jennifer Dunn). Dikatakan Jennifer Dunn melahirkan di dalam tahanan. Saya pastikan berita itu tidak benar, berita itu adalah fitnah dan merugikan saya dan keluarga saya," tegas Sunan ditemani istrinya, Heidi, di Senayan City, Jakarta Selatan, (Sabtu, 23/10).

Untuk meyakinkan bahwa Jennifer tak pernah melahirkan di dalam bui hasil hubungan mereka, Sunan sampai rela bersumpah. "Saya berani bersumpah demi Allah bahwa bayi yang digendong Jennifer di rutan itu bukan anak saya," ujarnya.


Jika bayi itu bukan anak Jennifer dan Sunan, mengapa bisa menggendong bayi bareng? Kuasa hukum Jennifer, Zulkifli Syukur, menjelaskan, di rumah tahanan banyak anak kecil. Jennifer kebetulan menggendong bayi milik orang lain.

Isu tentang jalinan asmara 'terlarang' antara Sunan dan Jennifer Dunn kembali mencuat setelah seorang tak dikenal mengirimkan foto yang menampilkan Sunan Kalijaga bersama Jennifer Dunn, serta seorang bayi yang disebutnya sebagai anak mereka. Sebuah pesan pun disertakan bersama dengan foto tersebut, yang bunyinya :

"Pada 2 (dua) minggu yang lalu saya melihat Sunan Kalijaga, SH, bersama pengacaranya ke Rutan Pondok Bambu. Dia datang untuk menemui Jennifer Dunn dan keluarganya yang entah kebetulan atau bukan sedang berada di sana. Kabar yang beredar dia datang untuk mengurus akta lahir anak dari Jennifer Dunn. Memang pada saat itu Jennifer Dunn telah memiliki seorang bayi, tapi tidak pernah terekspos oleh media selama ini dan tidak diketahui siapa ayah dari bayi tersebut."  [rry/zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya