Berita

Publika

Tolong Tertibkan Bus & Angkot Sekitar Pamulang-Ciputat Dong

SELASA, 19 OKTOBER 2010 | 05:19 WIB

RMOL. Bagi kami warga Pamulang, Ciputat dan sekitarnya, aktivitas ngantor melalui jalur hingga sebelum Pasar Jumat, perlu perjuangan dan butuh kesabaran ekstra. Mungkin ini juga dialami kawasan penyangga sekitar DKI Jakarta lainnya. Sebagai gambaran, mungkin ini perlu diperhatikan oleh aparat masing-masing wilayah.

Di kawasan Bundaran Pamulang misalnya, angkot disana seolah merajai jalanan. Mereka berhenti dan ngetem seenak perutnya. Tanpa peduli pengendara jalanan lainnya di belakang mereka yang tak bisa lewat. Saat ditegur, mereka pura-pura tak mendengar dengan memalingkan wajah ke kiri belakang, seolah menunggu penumpang. Demikian juga di depan SD Portal Pamulang, kemacetan parah sering terjadi.

Lalu menjelang tanjakan jalan  layang Ciputat. Jalan layang yang dibikin dengan maksud agar mengurai kemacetan itu, seakan percuma saja, karena bus-bus besar seperti Bus 76 Ciputat-Kota, sering ngetem menjelang tanjakan, sehingga tetap saja membuat macet jalanan.


Kemudian begitu turunan jalan layang ini, kemacetan juga sering terjadi hingga 1 Km, karena angkot yang tidak tertib dengan ngetem di dekat Putaran Samsung. Termasuk di Pertigaan Legoso, depan UIN Syarif Hidayatullah, Perempatan Kampung Utan dan Pertigaan Gintung. Di Perempatan Kampung Utan misalnya, lampu merah disini tak pernah menyala sejak kerusuhan 1998 silam. Seolah disini tak ada pemerintahan! Aneh memang.

Untuk kasus di jalan layang Ciputat, mestinya bus atau angkot yang ngetem sebelum tanjakan mesti ditilang. Percuma saja mahal-mahal bikin jalan layang, tapi fungsinya jadi tidak ada, gara-gara kemacetan baru dibikin sebelum memasuki jalan layang tersebut.

Dugaan adanya oknum petugas yang disuap oleh sejumlah oknum armada Bus 76, juga mesti diklarifikasi. Lepas dari itu, warga hanya ingin, bus-bus besar ini tidak seenaknya menghalangi jalanan, sehingga hak pengguna jalan lainnya seolah direbut bus-bus besar itu, atau juga oleh angkot-angkot.

Saya tak habis pikir, kenapa angkot-angkot itu seolah kebal hukum? Atau karena jumlah aparat kepolisian kita yang kurang? Mana solusi pejabat setempat terhadap persoalan-persoalan sehari-hari seperti ini?

Muhajir, Bambu Apus, Pamulang

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya