Berita

ilustrasi

Dua Hal yang Disesalkan Seminggu Sebelum Lebaran

SABTU, 04 SEPTEMBER 2010 | 05:33 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Ada dua hal yang disesalkan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Irman Gusman, sepekan menjelang Lebaran 1431 H.

Kedua hal itu adalah persoalan ketersediaan moda transportasi publik beserta sarana prasarana penunjangnya dan harga kebutuhan pokok.

Dapat dipastikan sebagian besar masyarakat Indonesia akan melakukan perjalanan dengan menggunakan transportasi publik. Mobilitas dari satu daerah ke lain daerah ini berimplikasi terhadap aspek sosial ekonomi melalui distribusi barang dan orang.

Distribusi menjadi lebih mudah dan cepat bila transportasi publik berfungsi semestinya. Ketersediaan moda transportasi publik yang ada, baik darat, laut maupun udara, harus diantisipasi sesuai dengan perkiraan jumlah penduduk yang mudik.

Selain ketersediaan moda transportasi publik, DPD juga mengingatkan Pemerintah agar persoalan harga kebutuhan pokok juga diseriusi. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, peringatan hari raya keagamaan selalu berimbas inflasi yang memberi tekanan terhadap perekonomian nasional.

“Setelah Idul Fitri, dalam waktu yang tidak terlalu lama akan dilanjutkan dengan Idul Adha, Natal, dan Tahun Baru.”

Kenaikan harga kebutuhan pokok merupakan gejala yang wajar menjelang Ramadan dan Idul Fitri yang juga dialami negara-negara lain.

“Tetapi Pemerintah harus memiliki langkah antisipatif seperti memperkuat stok, meninjau tata niaga, dan meningkatkan produksi.”

Sayangnya, Irman melanjutkan, Pemerintah kurang responsif. Padahal, ketersediaan bahan kebutuhan pokok yang harganya wajar di pasar sangat diharapkan oleh masyarakat. Apalagi, jika pasokan bahan kebutuhan pokok tidak mencukupi maka harga-harga akan melambung.

“Jika lalu lintas pangan lancar maka kekurangan stok akan dapat dicegah dan harga bahan kebutuhan pokok menjadi aman.” [guh]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya