Berita

MALAYSIA Vs INDONESIA

Ternyata, SBY yang Membuat Menlu Marty Lemah Hadapi Malaysia

SENIN, 23 AGUSTUS 2010 | 09:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Kritik berbagai kalangan terhadap Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa atas lemahnya diplomasi Indonesia kepada Malaysia terkait barter tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan dengan tujuh nelayan Malaysia yang tertangkap di perairan Indonesia dinilai tidak tepat.

Marty hanya sebatas pembantu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang tidak mungkin berbuat lebih keras dari apa yang dinstruksikan kepadanya.

"Posisi dia hanya sebagai pembantu Presiden. Dia tidak bisa mengambil keputusan yang seharusnya dilakukan oleh Presiden. Kalau instruksi Presiden, selesaikan dengan baik-baik, masak pembantunya mau frontal. Dia pasti loyallah kepada Presiden," ujar Andrinof A Chaniago.


Hal itu dikatakan pengamat politik dari Universitas Indonesia itu kepada Rakyat Merdeka Online Minggu malam (22/8) usai diskusi "Pemindahan Ibukota ke Kalimantan: Jalan Keluar dari Berbagai Paradox Pembangunan," di Pulau Dua Resto, Senayan, Jakarta.

Menurutnya, bila Marty diingankan terapkan diplomasi yang keras, mestinya SBY tidak lagi menginstruksikan kepadanya untuk menyelesaikan persoalan dengan Malaysia dengan cara baik-baik. 

"Jangan ada kata selesaikan dengan baik-baik. Masih banyak cara lain yang bisa diambil oleh Presiden. Misalnya, dengan mengatakan amankan rakyat kita di manapun mereka berada," tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya