Berita

Mega: Pidato Presiden Tak Jawab Persoalan Masyarakat

SELASA, 17 AGUSTUS 2010 | 10:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL.Pidato Kenegaraan yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin (Senin, 16/8) di gedung DPR Jakarta disayangkan banyak kalangan, termasuk mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Pasalnya, isi pidato Presiden SBY sangat normatif dan tidak menjawab persoalan-persoalan yang saat ini dihadapi masyarakat.

"Itu hanya cakupan secara garis besar saja. Tentu sangat disayangkan. Karena banyak permasalahan yang tidak diucapkan. Harusnya menjawab problem-problem yang ada antara lain perekonomian, keamanan dan geopolitik," ujar Mega.


Hal itu dikatakannya kepada wartawan usai mengikuti pelaksanaan Upacara Hari Ulang Kemerdekaan (HUT) RI ke-65 di lapangan parkir depan kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan (Selasa, 17/8).
 
Mega membeberkan, Presiden SBY sama sekali tidak menyinggung soal penangkapan tiga pegawai Departemen Kelautan dan Perikanan oleh Polisi Diraja Malaysia di Perairan Riau pada Jumat lalu. Selain itu, Presiden juga tidak memberikan solusi atas tantangan kenaikan harga-harga bahan pokok. Padahal, ucap Mega, untuk yang terakhir itu sudah ia sampaikan pada Rakornas DPP PDI Perjuangan belum lama ini.

"Juga mengenai konversi minyak ke tabung gas. Karena pidato tanggal 16 Agustus sebagai jawaban secara formal dari pemerintah, maka karenanya harusnya isi  pidatonya merupakan jawaban-jawaban," tegas Mega.

Apa penilaian Anda terhadap Pidato Presiden SBY itu, baik atau buruk?

"Nah itu kamu yang jawab," elaknya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya