Berita

BURSA PIMPINAN KPK

Tiga Alasan ICW Hadang Calon dari Polisi dan Jaksa Melaju

MINGGU, 15 AGUSTUS 2010 | 16:56 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL.Setidaknya ada tiga alasan Indonesian Corruption Watch (ICW) menghalau bakal calon pimpinan KPK yang memiliki latar belakang kepolisian dan kejaksaan untuk melaju meramaikan bursa pimpinan KPK.

"Pertama, KPK dibentuk dengan UU nomor 30 tahun 2002 sebagai lembaga independen yang diniatkan sebagai trigger yang akan mengawasi dan membersihkan institusi Kepolisian dan Kejakasaan dari praktek-praktek koruptif. Apabila pimpinan KPK nanti dari kedua institusi tersebut, bisa dipastikan pengawasannya akan jadi mengendur," ujar peneliti ICW, Donal Farizi kepada wartawan di ICW, Kalibata, Jakarta Selatan (Minggu, 15/8).

Alasan Kedua, lanjut Donal, KPK sendiri saat ini memiliki pekerjaan rumah memberantas korupsi di Kepolisian dan Kejaksaan. Yaitu, pengusutan kasus rekening mencurigakan milik sejumlah perwira tinggi polri, kasus penggelapan dana pajak dengan aktor utama Gayus H Tambunan, kasus upaya penyuapan pimpinan KPK yang melibatkan Anggodo Widjojo. 

"Kalau polisi atau jaksa, kami khawatir nanti penyelesaian kasusnya jadi tidak tuntas," tegas Donal.

Sedangkan alasan ketiga, masih kata Donal, dua pimpinan KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah pernah dikriminalisasi dan kasusnya direkayasa di Kepolisian dan Kejakasaan. [zul]
Sedangkan alasan ketiga, masih kata Donal, dua pimpinan KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah pernah dikriminalisasi dan kasusnya direkayasa di Kepolisian dan Kejakasaan. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya