Berita

RENUNGAN TEBET

Gus Sholah: Kini Indonesia Lebih Ramah pada Pemodal Asing

JUMAT, 13 AGUSTUS 2010 | 17:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Bangsa dan negara Indonesia berada pada titik terendah. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya kekuatan yang bisa mensejahterakan rakyat.

"Awal kemerdekaan bangsa kita kuat tapi negara tidak kuat. Pelan-pelan bangsa menjadi lemah, tapi negara yang jadi kuat. Sekarang bangsa lemah, negara juga lemah," ujar tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Sholahudin Wahid pada Renungan Kemerdekaan 65 tahun RI, di Tebet, Jumat (13/8).

Negara, masih menurut Gus Sholah, tidak bisa melindungi bangsanya begitupun sebaliknya.


"Banyak kejadian yang mengancam rakyat. Misalnya pendidikan, kita tertinggal dalam pendidikan. 50 persen pegawai kita hanya lulusan SD," lanjutnya.

Ironi semakin bertambah ketika nominal anggaran pendidikan meningkat, tapi biaya pendidikan mahal.

"Pemerintah hanya memperhatikan proses bukan pada output-nya," imbuhnya.

Di bidang ekonomi, Indonesia semakin dikuasai asing.

"Dalam UU PMA (Penanaman Modal Asing) misalnya, kita memberikan izin bagi pengusaha perkebunan menggunakan lahan selama 90 tahun. Kalau dibandingkan dengan jaman Belanda saat ini kita lebih ramah terhadap pengusaha besar," lanjutnya. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya