PADA 24 Juli 2010 pukul 11.00 WIB, enam tiket Mandala Airlines pulang dan pergi untuk Jakarta-Macau kami beli di kantor pusat Tomang Raya. Kami dilayani petugas bernama Agus. Pembayaran kami lakukan dengan menggunakan kartu Bumi Putera.
Jadwal berangkat dari Cengkareng, 1 Agustus pukul 16.50 WIB dengan penerbangan RI 870 dan tiba di Macau pukul 22.25 waktu setempat. Pulang dari Macau tanggal 8 Agustus, pukul 23.35 dan direncanakan tiba di Cengkareng pukul 04.00 WIB dengan penerbangan RI 871.
Anehnya, dua hari sebelum pemberangkatan , 30 Juli sekitar pukul 23.30 WIB, kami dihubungi costumer service Mandala. Disebutkan bahwa penerbangan Jakarta–Macaupada 1 Agustus batal tanpa alasan yang jelas. Mengingat sempitnya waktu mencari penerbangan lain dan terganggunya konsentrasi rencana, pada 31 Juli pukul 11.00 WIB kami mendatangi kantor pusat Mandala.
Saudara Agus membenarkan pembatalan tersebut. Ia memberikan dua opsi, yaitu uang tiket kembali atau pindah ke penerbangan rute Jakarta–Hongkong pada 2 Agustus. Agus, setelah mendapat telepon dari Call Center (CC), menambahkan akan memberikan kompensasi tiket feri Hongkong–Macauberbentuk reimbursement.
Berulangkali kami meminta ketemu dengan person CC yang berada di lantai dua, tetapi tidak terealisasi. Setelah menunggu tiga jam tanpa solusi, kami memberanikan diri naik. Seorang sekuriti menemani kami. Meskipun telah dibujuk sekuriti, sosok CC itu tidak maubertemu. Hasilnya nihil. Kami sangat kecewa dengan keputusan sepihak itu.
Menerima secara terpaksa, kami berangkat tanggal 2 Agustus. Rencana bertemu dengan rekan bisnis di Macau terpaksa dijadwal ulang karena ketidakkonsistenan Mandala. Agar tidak terulang, hari itu, 31 Juli pukul 16.30 WIB kami menghubungi CC Mandala untuk rekonfirmasi jadwal pulang dari Macau.
Saudari Imel yang menerima telepon kami MENJAMIN tidak akan terjadi pembatalan kedua kalinya.
Jaminan Mandala, ternyata hanya pepesan kosong. Pada 5 Agustus pukul 11.00 saat kami di Macau, kembali CS Mandala menghubungi kami. Penerbangan RI 871 Macau-Jakarta BATAL.
Pada 6 Agustus pukul 11.00 WIB saudara kami di Jakarta, Susan, mendatangi Mandala dan mempertanyakan “jaminan tidak terjadi pembatalan kedua kali”. Manager CS Mandala, Fitri, membenarkan pembatalan pesawat RI 871 karena rusak.
Dua alternatif solusi yang diberikan Agus benar-benar membuat kami tidak nyaman. Alternatif itu seperti memaksa kami segera pulang tanggal 7 Agustus dimana urasan bisnis kami di Macau belum selesai atau menunggu pesawat hingga 11 Agustus. Rencana perjalanan bisnis yang kami susun dengan matang, berantakan. Mandala Airlines yang diakuisisi Cardig International dan Indigo Partners initidak memberikan keramahan dan kenyamanan layanan bagi penumpangnya.
Bagi kami, Mandala bukanlah maskapai panutan bagi penerbangan internasional.
Moch Arifin, Sidoarjo, Jawa Timur